361 Total Views

Presiden Akan Lantik Perwira TNI dan Polri

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan melantik 797 perwira TNI dan Polri di Akademi Militer, Magelang, Kamis (16/12) pagi ini. Sejak tahun 1984 pelantikan perwira baru TNI dan Polri dilakukan di Istana Negara. Mulai tahun 2004 dan seterusnya, pelantikan perwira baru TNI dan Polri akan dilakukan secara bergilir di markas akademi angkatan dan kepolisian.

Rencana pelantikan perwira baru TNI dan Polri oleh Presiden ini disampaikan Komandan Jenderal Akademi TNI, Laksamana Muda TNI Heru Srijanto dalam konferensi pers di gedung Soeroto, Kompleks Akademi Militer, Magelang, Selasa (14/12). Konferensi pers ini juga dihadiri Gubernur Akmil Mayjen TNI Yunus P, Gubernur AAU Marsekal Muda TNI Murjono, Gubernur AAL Mayjen Mar TNI Nono Sampono dan Gubernur Akpol Irjen Pol Basir Ashar Barmawi.

Menurut Danjen Akademi TNI, ada tiga pertimbangan mengapa pelantikan perwira baru TNI dan Polri kali ini dilakasakan di Akmil Magelang. Pertama, lapangan Monas saat ini sudah diberi pagar sehingga tidak bisa digunakan sebagai lapangan parkir pada upacara pelantikan di Istana Negara. Kedua, adanya pembangunan jalan untuk bus way di sekitar Istana Negara sehingga kalau pelantikan perwira baru TNI dan Polri tetap digelar di Istana Negara akan menimbulkan kemacetan lalulintas di sekitar istana. Ketiga, mengembalikan sejarah pelantikan perwira baru TNI dan Polri secara bergilir di masing-masing akademi.

Tahun 1970 dan 1971 pelantikan perwira baru TNI dan Polri digelar di
parkir timur Senayan. Upacara yang sama juga pernah digelar di kompleks
Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta pada tahun 1972, 1975, 1976,
1977, 1980 dan 1983. Di kompleks Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya,
upacara serupa pernah digelar pada tahun 1973, 1978 dan 1982. Sementara
di kompleks Akmil Magelang digelar pada tahun 1974 dan 1981.

Pelantikan perwira baru TNI dan Polri paling banyak dilakukan di Istana
Merdeka Jakarta, dari tahun 1984 sampai tahun 1997 serta dari tahun
2000 sampai 2003. "Tahun 1998 dan 1999 upacara pelantikan perwira baru
TNI dan Polri dilakukan di Mabes TNI Jakarta mengingat situasi politik
saat itu," kata Danjen Akademi TNI.

Menurut Laksamana Muda TNI Heru Srijanto, mulai tahun 2004 ini Mabes
TNI perlu mengembalikan upacara pelantikan perwira baru TNI dan Polri
di masing-masing akademi angkatan dan kepolisian secara bergilir.
"Tahun ini yang mendapat giliran adalah Akmil Magelang," jelasnya.

Perwira baru yang akan dilantik nanti masing-masing 306 orang dari
Akmil, 160 orang dari AAL, 132 orang dari AAU dan 1999 orang dari
Akpol. Selain pelantikan, mereka juga akan mengucapkan sumpah perwira.
"Namun, yang akan diambil sumpahnya hanya perwira dari TNI, sementara
perwira Polri tidak akan diambil sumpahnya karena mereka sudah diambil
sumpah oleh Gubernur Akpol atas nama Kapolri pada tanggal 9 Desember
lalu," jelas Danjen Akademi TNI.

Usai acara pelantikan, Presiden SBY akan melakukan acara ramah-tamah dengan empat perwira terbaik beserta orangtuanya. Keempat
perwira terbaik penerima Adhi Makayasa pada tahun 2004 ini adalah Letda
Inf Alzaki dari TNI AD, Letda Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas dari TNI AL,
Letda Lek Pandu Eka Prayoga dari TNI AL
dan Ipda Pol James Hasudungan dari Akpol. Perwira terbaik dari AD, AL dan AU adalah alumnus SMU Taruna Nusantara Magelang.

Leave a Reply