104 Total Views

LKPL Siswa Kelas III

338 Siswa SMA TN Magelang Ikuti LKPL

http://www.kedaulatan-rakyat.com




SEBANYAK
338 siswa kelas III SMA Taruna Nusantara Magelang, didampingi
42 panitia atau pamong, mengikuti kegiatan Latihan Kemasyarakatan Peduli
Lingkungan (LKPL) sejak Jumat (3/3) hingga Minggu (5/3) kemarin di Dusun
Wonolelo Desa Bandongan Kecamatan Bandongan Magelang. Bersama masyarakat, mereka
mengerjakan pavingisasi jalan kampung puluhan meter panjang, dan lebar sekitar 2
meter. Juga mengerjakan plesterisasi atau semenisasi jalan, pembenahan irigasi
dan tempat ibadah. Bahkan mereka juga menggelar kegiatan sosial berupa pemberian
bea siswa di SD dan MI di lokasi LKPL yang jumlah keseluruhannya sekitar Rp 1,5
juta.

Drs Usdiyanto MHum, Kabag Humas SMA TN Magelang, kepada KR mengatakan kegiatan
ini di antaranya untuk melatih siswa peduli kepada masyarakat atau rakyat kecil,
mengingat mendatang mereka diharapkan akan menjadi kader pembangunan. Bila
mereka nantinya berhasil menjadi ‘orang besar’, diharapkan tidak akan lupa
terhadap masyarakat kecil. Di forum LKPL ini para siswa juga dilatih belajar
berorganisasi, manajerial maupun lainnya. Hal ini merupakan bagian kurikulum
khususnya.

Selama melakukan kegiatan di Dusun Wonolelo, sebagian besar mereka lakukan
dengan mandiri, sejak perencanaan, persiapan dan pelaksanaan. Guru dan pamong
berada di belakang mereka. Sebelum terjun, mereka terlebih dahulu melakukan
survei keberadaan masyarakat dan dikenali keadaan masyarakatnya untuk
diidentifikasi. Kemudian diaplikasi ke lapangan, mana yang dapat mereka kerjakan,
baik berupa kegiatan fisik, non fisik maupun bakti sosial yang menggunakan dana.
Karena ini memang RAPBS, sebagian dana untuk kegiatan ini memang berasal dari
sekolah, namun ada juga yang spontan dari siswa.

Selama mengikuti LKPL, seluruh siswa bermalam di rumah-rumah penduduk. Ini
dibenarkan Slamet, salah satu penduduk Wonolelo yang ditemui KR. Setiap rumah
penduduk rata-rata ada 5 siswa yang bermalam bersama penduduk. Demikian juga
para guru. Bahkan untuk makan pun setiap harinya juga menyatu dengan pemilik
rumah. Jatah uang makan dari kampus, yang besarnya Rp 10 ribu/ kepala/hari
mereka serahkan kepada pemilik rumah. Kadang pemilik rumah menawarkan kira-kira
apa lauk untuk makan, dan siswa justru menyerahkan sepenuhnya kepada pemilik
rumah yang ditempati. (Thoha)-k

Komentar ditutup.