Tyas Kokasih meraih Perunggu APhO 9

Putra-putri Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di forum Internasional. Dalam Olimpiade Fisika Asia ke 9 di Mongolia 20 – 28 April 2008, Tim Olimpiade Fisika Indonesia mempersembahkan 3 medali emas, 1 medali perak, 1 medali perunggu dan 4 Honorable Mention.

Medali emas direbut atas nama Adam Badra Cahaya dari SMAN 1 Jember dengan nilai 41,3 dari maksimum 50 point, Rudy Handoko Tanin dari SMA Sutomo 1 Medan dengan nilai 38,1 dan Kevin Winata dari SMAK 1 Penabur Jakarta dengan nilai 37 point. Sedangkan medali perak diraih Thomas Budi Nugraha dari SMAN 78 Jakarta dengan nilai 32,7 point dan medali perunggu diraih Tyas Kokasih dari SMA Taruna Nusantara Magelang dengan nilai 28 point.

Empat honorable mention diraih oleh Panji Achmari (SMAN 3 Bandung), Winson Tanputraman (SMAK 1 Penabur Jakarta), Azziz Adi Suyono (SMAN 1 Cilacap) dan Made Surya Adhiwirawan (SMAN 4 Denpasar). Honorable Mention diberikan kepada mereka yang berhasil meraih nilai separuh dari rata-rata tiga nilai peserta teratas.

Peringkat pertama secara perorangan diraih oleh He Ji dari China dengan 42,7 point.

Dalam kompetisi ini Indonesia berhasil meraih peringkat kedua perolehan jumlah medali emas terbanyak, dibawah China. Urutan negara dengan perolehan medali emas terbaik dalam olimpiade fisika Asia ke 9 adalah Tiongkok 8 emas, Indonesia 3 emas, Taiwan 2 emas, Vietnam 2 emas, Thailand 1 emas dan Singapore 1 emas.

Olimpiade Fisika Asia (APhO) adalah pertandingan mata pelajaran fisika untuk pelajar terbaik Asia. Dalam olimpiade fisika ini tiap peserta diminta untuk mengerjakan 3 soal teori dan 1 soal eksperimen dalam waktu masing-masing 5 jam. Soal-soal banyak diambil dari hasil riset para fisikawan dari berbagai negara. Dalam APhO ke-9, soal pertama adalah tentang gelembung air ketika air mendidih, soal kedua tentang konstanta madelung sedangkan soal ketiga tentang teori relativistik Einstein. Dalam eksperimen para siswa diminta untuk melakukan eksperimen yang berkaitan dengan teori bunyi.

Tim ini selama 6 bulan dibina secara intensif oleh tim pelatih yang dipimpin oleh Dr. Hendra Kwee (alumnus TOFI 1997 yang sekarang menjadi pelatih tetap TOFI), Dr. Sastra Kusuma Wijaya, Dr. (candidate) Edy Gunanto, Yoseph Subono dan almarhum Dr. Rachmat Widodo Adi yang mendadak wafat pada tanggal 13 April 2008, dan sedianya bertindak sebagai Team Leader ke APhO 9. Akibatnya, sebagai penggantinya, Dr. Hendra Kwee dan Yudistira Virgus (alumnus TOFI peraih medali emas IPhO XXXV 2004) diangkat sebagai team leader memimpin Tim Olimpiade Fisika Indonesia ke APhO 9 di Mongolia.

Prestasi yang telah diraih TOFI di APhO ke-9 ini telah melampaui target yang ditetapkan sebelum berangkat, yaitu 2 medali emas. Jumlah negara peserta APhO ke-9 mencapai 18 negara (Tajikistan, Taiwan, Kyrgyzstan, China, Thailand, Kazakhstan, Vietnam, Cambodia, Singapore, Hong Kong, Indonesia, Macau, India, Sri Lanka, Azerbaijan, Israel, Turkmenistan dan Mongolia) yang mencakup 136 siswa peserta.

Upacara penutupan di APhO telah diselenggarakan Minggu sore waktu setempat, dan rombongan akan tiba kembali di tanah air hari Senin 28 April, jam 23.30, dengan pesawat GA 835 dari Singapore.

Setelah kepulangan TOFI ke tanah air, para siswa akan melalui seleksi kembali untuk dipersiapkan keikutsertaannya dalam Olimpiade Fisika Dunia (IPhO) yang ke 39, yang akan diselenggarakan pada tanggal 20-29 Juli 2008, di Hanoi, Vietnam, dan hingga hari ini sudah terdaftar 83 negara yang akan ikut serta.

Selamat untuk Tim Indonesia semoga menjadi juara di Vietnam nanti. (A)

http://www.tofi.or.id/?mod=news&read=116

Bagikan →

Tinggalkan Balasan