Letda Pnb Priandaru (TN 18) dan Letda Cpn Pradna Fathi (TN 17), lulusan terbaik Sekbang TNI Angk 89

KSAU Lantik 48 penerbang muda sekbang tni terpaduKSAU Marsekal TNI Agus Supriatna sedang melantik tiga lulusan terbaik Sekbang Terpadu TNI Angkatan 89 di Lapangan Jupiter, Lanud Adisutjipto, Jogjakarta. Letda Pradna Fathi Arsynendyasmara (kanan pertama), Letda Priandaru Agung Nugroho (kanan kedua), Letda Fajar Sidiq Ramadhan (kanan ketiga) dan KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna (kanan keempat).
KSAU Lantik 48 Penerbang Muda Sekbang TNI Terpadu Angkatan 89
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna lantik 48 penerbang muda Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI Terpadu Angkatan 89 di lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto, Yogyakarta pada hari Kamis (2/6/2016). Sebanyak tiga mantan siswa Sekbang Angkatan 89 terpilih menjadi penerbang terbaik dari dengan jurusan yang berbeda.

“Sekolah Penerbang Terpadu ke-89 ini memang dilaksanakan mulai dari ground school, Latihan Dasar dan sampai mereka lulus. Setelah itu baru ditempatkan di jurusannya masing-masing, yang heli ke heli, yang transpor ke transpor dan yang tempur ke tempur. Di tempur pun semuanya nanti akan di Iswahjudi dulu, diseleksi, baru nanti disebar ke Sukhoi, F-16 atau ke pesawat Hawk,” papar Agus seusai upacara Wingday kepada awak media.

Para mantan siswa tersebut lulus setelah menjalani proses pendidikan selama 19 bulan yang dimulai pada 20 November 2014. Mereka yang lulus dengan predikat penerbang terbaik Sekbang Angkatan 89 adalah Letda Pnb Fajar Sidiq Ramadhan dari 16 penerbang Jurusan Tempur, Letda Pnb Priandaru Agung Nugroho dari 18 penerbang Jurusan Angkut dan Letda Cpn Pradna Fathi Arsynendyasmara dari 14 penerbang Jurusan Heli (rotary wing).

“Cukup bangga karena menjadi lulusan terbaik. Tidak kalah dengan lulusan TNI AU, untuk tetap berkarya di Penerbad,” ujar Pradna yang merupakan satu-satunya lulusan terbaik yang berasal dari Angkatan Darat.

Wingday Sekbang Terpadu TNI kali ini merupakan pertama kalinya yang diikuti oleh ketiga matra yang berasal dari perwira remaja AAU, Akmil dan AAL tahun 2014. 48 lulusan Sekbang Terpadu tersebut terdiri dari 41 Angkatan Udara, satu Angkatan Laut dan enam Angkatan Darat.

“Perasaan saya tentunya senang sekali, bangga sekali karena dengan hal ini bisa membanggakan orang tua saya dan keluarga saya. Untuk mencapai hal ini bukan suatu hal yang mudah karena disini, sekolah penerbangan militer tentunya beda dengan sekolah penerbang yang sipil. Dengan kebanggaan ini semoga kita bisa berkarya dan berkarir dengan lebih bagus di TNI Angkatan Udara,” ungkap Priandaru.

Jumlah angkatan Sekbang kali ini pun tercatat dengan kuantitas terbesar dari lulusan yang pernah ada. Jumlah tersebut merupakan kebutuhan TNI AU dalam mempersiapkan diri di bidang SDM untuk membangun pertahanan yang kuat khususnya pertahanan udara.

“Saya sangat bangga bisa berdiri disini menjadi yang terbaik, namun dari hal itu semua tidak mungkin tercapai apabila tidak ada kerjasamanya antara rekan-rekan dari Sekbang 89. Tantangan terberat dari kami adalah mempertahankan apa yang sudah kami raih dan menjaga kekompakkan dan kesolidan Sekbang 89 ke depannya agar dapat membentuk dan membantu TNI AU yang semakin kuat,” kata Fajar.

Para mantan siswa Sekbang telah menempuh Ground School (pemberian teori di kelas) selama 2,5 bulan dan belajar simulator di Skadik (Skadron Didik) 104. Selama 19 bulan masa pendidikan mereka telah menempuh 1548 jam pelajaran dan 181 jam terbang pada tahap bina terbang.


Tradisi passing out parade

Di penghujung upacara Wingday dimeriahkan dengan fly pass berbagai pesawat latih yang biasa digunakan di Sekbang seperti G-120 TP-A Grob dan KT-1B Woong Bee. Kemudian diakhiri dengan tradisi passing out parade (pemberian ucapan selamat) yang dilakukan oleh siswa-siswa kepada para senior mereka yang hari itu lulus.

Author: Fery Setiawan

http://angkasa.co.id/