Alumni SMA Taruna Nusantara Terlibat Tangani Trauma

Liputan6.com, Magelang – Akibat pembunuhan salah satu siswa SMA Taruna Nusantara oleh temannya, saat ini sekolah fokus memulihkan situasi lingkungan sekolah. Salah satu rumah pamong yang sedang tidak dihuni di kompleks sekolah, yaitu rumah nomor P1, dijadikan menjadi pusat penanganan krisis.

Pusat penanganan krisis itu dikelola pihak sekolah bekerja sama dengan alumni. Mereka yang berpengalaman di trauma healing maupun berprofesi selaku psikolog ditugaskan di Crisis Centre itu.

Menurut Ketua Ikatan Alumni Taruna Nusantara Rachmad Kaimudin, alumni dilibatkan untuk membantu pelatihan trauma healing, manajemen stres, dan intervensi krisis kepada para siswa dan pamong SMA Taruna Nusantara.

Saat ini, sudah ada 27 alumni yang membantu. Rencananya, jumlah tersebut akan ditambah sebab yang mendaftar sudah banyak.

“Alumni SMA Taruna Nusantara memiliki ikatan yang kuat dengan almamaternya dan membantu setiap sekolah membutuhkan bantuan, termasuk membantu trauma healing siswa,” kata Rachmad, Rabu, 5 April 2017.

Rachmat menyatakan alumni berusaha membantu keras mengembalikan psikologi siswa dan pamong agar kembali prima, karena pada 10 April mendatang akan berlangsung Ujian Nasional untuk SMA.

Dalam waktu yang relatif pendek menjelang UN, mereka berupaya mengembalikan kepercayaan diri para siswa kelas 3 untuk mengikuti ujian nasional dengan baik.

Crisis centre akan terus dibuka, bahkan setelah ujian nasional selesai. Menurut dia, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan psikologi siswa dan juga pamong.

Dalam perjalanannya selama 27 tahun ini, tak kurang dari 6.900 alumni yang sudah dihasilkan SMA Taruna Nusantara. Tidak sedikit nama alumni SMA Taruna Nusantara yang menduduki posisi-posisi strategis di berbagai sektor.

Beberapa alumni telah mencapai posisi top manajemen di beragam instansi pemerintahan serta BUMN. Sebagian lainnya duduk di manajemen beberapa perusahaan terkemuka Indonesia maupun mancanegara.

Mereka yang memilih berkarier di militer dan kepolisian cukup banyak meraih prestasi, seperti Bintang Adhimakayasa sebagai lulusan terbaik yang saat ini telah menduduki posisi strategis sebagai dandim dan kapolres serta komandan satuan tempur.

Khusus angkatan pertama, sebagian di antaranya telah memperoleh pangkat kolonel dan komisaris besar polisi termuda yang di antaranya menjadi ajudan Presiden RI.

“Integritas, disiplin, kepemimpinan, jiwa korsa atau solidaritas, nasionalisme, dan semangat memberikan yang terbaik merupakan nilai-nilai yang sangat ditekankan selama tiga tahun mengenyam pendidikan di SMA ini. Hal ini merupakan bekal yang sangat penting dalam menjalani kehidupan dan karier kami,” kata Rachmat.

http://regional.liputan6.com/

Bagikan →