Hillary Cornelia Anggito Nataliza Naibaho (TN 26) mendapat penghargaan pedang tradisi kadga pora

Anak TNI yang Lapor Kelebihan Poin Tes Akpol Diberi Penghargaan

Anak TNI yang Lapor Kelebihan Poin Tes Akpol Diberi Penghargaan
Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Arief Sulistyanto memberi penghargaan kepada calon taruni Hillary Cornelia Anggito Nataliza Naibaho (Foto: Audrey Santoso/detikcom)
Jakarta – Hillary Cornelia Anggito Nataliza Naibaho (18) mendapat penghargaan berupa sejenis pedang yang biasa dipakai dalam tradisi kadga pora. Hadiah itu diberikan Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Arief Sulistyanto karena Hillary sempat protes kepada Panitia Pusat Seleksi Calon Taruna (Catar) Akpol 2018 saat menerima kelebihan poin.

“Saya harap ini jadi benchmark, acuan, bagi yang lain bahwa kejujuran adalah yang nomor satu. Hillary sudah bisa membuktikan itu,” kata Arief selaku Ketua Panitia Pusat Seleksi Calon Taruna (Catar) Akpol 2018 di Aula Cendikia, Akpol, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/7/2018).Sebelum memanggil Hillary ke atas panggung dan memberikan penghargaan, Arief menceritakan panitia memang sengaja membuat skenario kesalahan penulisan nilai. Hal itu bertujuan mengetes kejujuran calon taruna dan taruni Akpol.

Skenario itu diterapkan saat penilaian tes renang pada Hillary. Nilainya dibuat lebih tinggi sehingga menguntungkan Hillary yang sedang berjuang lolos seleksi.

“Dalam seleksi ini saya minta panitia menguji integritas dan ini pasti hasil dari didikan para orang tua. Saya menguji salah seorang calon taruni dengan skenario,” cerita Arief di depan calon taruna dan taruni terpilih serta orang tua para catar.
“Nilai renang dia waktunya harusnya 33 detik, oleh tim penguji dicatat 23 detik sehingga menguntungkan dia. Kami ingin menguji integritasnya, ternyata dia kaget dengan nilainya dan merasa tidak enak kalau menang dari teman-temannya dengan cara tidak fair, sehingga dia protes. Dia telah lulus dalam ujian integritasnya,” sambung Arief.

Penghargaan diterima Hillary yang lapor ke panitia saat mendapatkan kelebihan nilai dalam seleksi
Penghargaan diterima Hillary yang lapor ke panitia saat mendapatkan kelebihan nilai dalam seleksi (Foto: Audrey Santoso/detikcom)

Arief menuturkan integritas adalah hal terpenting. Dia mengatakan kepandaian tanpa integritas adalah kesia-siaan.

“Integritas adalah segalanya. Percuma jadi perwira yang pandai selangit tapi tukang bohong, sehingga integritas menjadi pegangan,” ujar Arief.
Arief menerangkan agar skenario tes kejujuran tak terbongkar, panitia sampai berpura-pura menggelar sidang untuk Hillary. “Sampai kami pura-pura sidang untuk menyampaikan kenapa dia protes. Dia berani menunjukan integritasnya,” ucap Arief.

Hillary menjadi salah satu dari 30 calon taruni yang dinyatakan lolos seleksi Akpol. Dia adalah calon taruni asal pengiriman Polda Metro Jaya. Hillary merupakan anak dari seorang kolonel di TNI Angkatan Udara yang berdinas di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.
Pada kesempatan sebelumnya, Hillary menceritakan kesalahan penulisan nilai tes jasmaninya kepada detikcom. Dia mengatakan nilai yang salah tersebut menguntungkan dirinya tetapi dia enggan berbuat curang.

“Sebenarnya nguntungin saya tapi saya nggak enak, ngerasa dosa aja sama temen-temen,” tutur Hillary, Kamis (27/7).
(aud/jbr) https://news.detik.com/

Bagikan →