Ikastara Medis untuk Gempa NTB

Saat ini kami tim IKASTARA Medis berada di lokasi tenda pengungsian BNPB di SDN 1 Obel Obel, kecamatan Sambelia, kabupaten Lombok Timur, dalam radius 1 km dari pusat gempa (-8.265380,116.548034). Gempa susulan tercatat sudah puluhan kali, yang terakhir baru saja terjadi pukul 03.59 WITA ketika saya sedang mengetik laporan ini. Masyarakat masih trauma dan enggan masuk ke dalam bangunan, serta mudah terbangun dan cemas ketika gempa susulan terjadi lagi.

Untuk menyalurkan bantuan, dapat melalui Rekening Bank Mandiri
an. Arisa Alvin, No Rek. *1610003980344*

Atau berupa barang ke

*Posko Mataram:*
Jln. Adisucipto No 99A, Kebon Roek, kec. Ampenan, kota Mataram, Lombok, propinsi NTB.

CP: Aryo Saloko – 081330071799

*Posko Jakarta:*
Sambal Meledug Indonesia, Jl. Kapten Tendean No.34 Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jaksel

CP: Sri Gusni – 081212378048

Untuk koordinasi lebih lanjut harap menghubungi CP yang tertera di atas saja karena kami yg berada di lapangan sangat kesulitan mencari jaringan seluler baik untuk telefon, sms maupun internet. Kami harus turun 10 km ke selatan untuk mendapatkan sinyal yg cukup baik.

Dari assessment awal kami peroleh informasi di antaranya sebagai berikut;

Keamanan dan akses lokasi: Rute utama menuju lokasi – jalan raya Obel-Obel. Kerusakan bangunan mencapai 90%, seluruh bangunan tidak layak huni. Cuaca cerah berawan, belum ada potensi hujan. Fasilitas sumber air PAMDES tidak berfungsi. Listrik mengandalkan genset di lokasi pengungsian. Konektivitas internet Telkomsel EDGE tidak stabil, XL EDGE tidak stabil, Indosat tidak ada jaringan.

Populasi masyarakat terdampak: Jumlah KK terdampak 715. Total pengungsi 2267 jiwa, 1126 laki-laki, 1141 perempuan. Populasi khusus: Ibu Hamil, Anak-anak dan Lansia ada, namun belum sempat dihitung.

Sistem penanggulangan bencana: TRC dan BNPB di lokasi bencana siap melakukan koordinasi. Fasilitas penanggulangan bencana: SDN1 Obel Obel 803 pengungsi, Dusun Medas 637 pengungsi, Dusun Mentareng 582 pengungsi, Dusun Melempo 245 pengungsi. Evakuasi dan transportasi dibantu oleh BNPB, BPBD, TAGANA, Pramuka, BASARNAS, TNI dan POLRI.

Mortalitas akibat bencana: Total kematian 4 jiwa terlaporkan, 1 jiwa belum terlaporkan. Sebab kematian: tertimpa bangunan (trauma fisik).

Fasilitas kesehatan: Pustu dan Polindes Obel Obel rusak tidak berfungsi. Puskesmas Belanting dan Puskesmas Sambelia sebagai Puskesmas Rujukan, berjarak sekitar 10 km dari pusat lokasi pengungsian. Kondisi faskes: aliran listrik padam, tergantung genset. Sumber air tersedia. Persediaan obat terbatas. Supply obat belum ada. Struktur bangunan rusak ringan. Sanitasi baik. Tenaga kesehatan 2 dokter dan sejumlah perawat asal luar wilayah, namun masih kekurangan. Fasilitas ambulans tersedia. Dibutuhkan tambahan tenaga kesehatan di Puskesmas Belanting, khususnya dokter.

Air dan Sanitasi: Fasilitas air PAMDES rusak. Air sumur tidak terganggu namun listrik pompanya terganggu. Air sungai terganggu, debit air turun. Sumber air terdekat 4 km dari pengungsian utama. MCK di pengungsian masih minim, hanya terdapat 2 MCK di SDN1 Obel Obel. Belum ada fasilitas MCK di pengungsian Dusun Medas, Dusun Mentareng dan Dusun Melempo. Sanitasi lingkungan, masyarakat membuang sampah ssembarangan belum ada tempat pembuangan sampah yg terkoordinir di pengungsian.

Rekomendasi:

  1. Kebutuhan air kemasan mendesak untuk seluruh pengungsian karena sumber air terganggu.
  2. Kebutuhan MCK dalam jumlah banyak mendesak untuk seluruh posko pengungsian.
  3. Kebutuhan fasilitas bak sampah mendesak untuk seluruh posko pengungsian.
  4. Kebutuhan sembako dalam jumlah besar mendesak untuk seluruh posko pengungsian.
  5. Kebutuhan dapur umum di posko pengungsian Medas, Mentareng dan Melempo.
  6. Kebutuhan susu dan makanan tambahan balita mendesak.
  7. Kebutuhan papan berupa selimut, alas tidur dan tenda dalam jumlah besar mendesak di seluruh posko pengungsian.
  8. Kebutuhan sumber listrik di posko pengungsian dusun Medas, Mentareng dan Melempo.
  9. Kebutuhan fasilitas mandi di seluruh posko pengungsian.
  10. Kebutuhan sandang untuk di seluruh posko pengungsian.

Tertanda,

Alvernia Rendra Septiawan (TN 10) & Firmansyah Muchti (TN 21)

https://www.facebook.com/alvernia.rendra/posts/10157960965704578

‘Semoga Tuhan memberkati sumpah dan janjimu!’

Bagikan →