Humas SMATN

Pemenang Lomba Essay Teknologi Pertanian 2007

Badan Ekskutif Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (BEM-IPB) menggelar lomba essay teknologi pertanian untuk siswa Sekolah Menangah Atas (SMA) seluruh Indonesia. "Tujuan diselenggarakannya lomba essaay ini untuk mensosialisasikan teknologi pertanian pada siswa SMA," kata Panitia Lomba Essay Teknologi Pertanian 2007, Andri Kusmayadi. Lomba ini terselenggara berkat kerjasama antara BEM Fateta IPB dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia, Media Indonesia, KISI FM, dan Pemerintah Daerah Bogor.

Nama-nama Pemenang Lomba Essay Nasional Teknologi Pertanian 2007 BEM Fateta IPB

Juara I
Ahmad Fachrurrozi dari SMA Taruna Nusantara Magelang
Hadiah Rp 1.500.000

Juara II
Riski Putri Harsanti dari SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta
Hadiah Rp 1.000.000

Juara III
Herpuna Ahmad Futaqi dari SMA Taruna Nusantara Magelang
Hadiah Rp 750.000

Tim Olimpiade Komputer Tiba di Indonesia

Tim olimpiade komputer Indonesia tiba di Bandara Soekarno Hatta kemarin malam, (23/8). Tim tiba di terminal 2 Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 19:00 dengan menumpang pesawat Lufthansa dari Frankfurt dengan nomer penerbangan LH 877. "Saya cukup senang dengan hasil tim, kedepannya lebih baik," ujar Deputi Leader TOKI 2007 Fauzan Joko kepada Tempo melalui telepon hari ini, (24/8).

Sebelumnya, Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) mengikuti International Olympiad in Informatics (IOI) di Zagreb, Kroasia, mulai 15 sampai 22 Agustus 2007 lalu.

Dari dua hari kompetisi, kata Deputi Leader TOKI 2007 Fauzan Joko, keempat siswa Indonesia meraih nilai yang cukup merata. Brian Marshal (dari SMU BPK Penabur Bandung, 230), Ricky Jeremiah (SMU Kanisius Jakarta, 205), Karol Danutama (SMU Kanisius Jakarta, 203) dan Riza Oktavian Nugraha Suminto (SMU Taruna Nusantara Magelang, 208). Keempatnya meraih perunggu.

IOI kali ini diikuti oleh 285 peserta yang bInternational Olympiad in Informatics (IOI)erasal dari 80 negara. Dalam klasemen umum, posisi indonesia ada di nomor 35 dari seluruh negara peserta. "Kita patut berbangga karena prestasi siswa Indonesia masih jauh lebih baik daripada siswa dari beberapa negara maju seperti Inggris, Belanda, Kanada dan Denmark," ujar Fauzan Joko menjelaskan.

Siswa Indonesia Raih 4 Perunggu di Olimpiade Komputer

Jakarta — Empat siswa Indonesia meraih medali perunggu dalam Olimpiade Komputer Internasional ke-19 di Zagreb, Kroasia, 15-22 Agustus lalu. Keempat siswa itu adalah Brian Marshal (SMA BPK Penabur Bandung), Ricky Jeremiah dan Karol Danutama (SMA Kanisius Jakarta), serta Riza Oktavian Nugraha Suminto (SMA Taruna Nusantara Magelang).

"Mereka meraih nilai cukup merata," kata Wakil Ketua Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) 2007 Fauzan Joko kepada Tempo melalui telepon kemarin.

Semula, dia mengaku Tim tidak terlalu berharap banyak dapat memperoleh medali. Sebab, selain perolehan nilai yang tidak begitu tinggi (203-230), soal yang diujikan sangat sulit. "Nilai rata-rata seluruh peserta menurun jika dibanding pada olimpiade sebelumnya," katanya.

Meski hasil yang didapat belum memuaskan, Fauzan berharap penghargaan tetap diberikan kepada siswa utusan olimpiade. "Mereka telah berusaha maksimal," ujarnya.

Olimpiade kali ini diikuti 285 peserta dari 80 negara, seperti Inggris, Belanda, Kanada, dan Denmark. Dalam klasemen umum, posisi indonesia ada di nomor 35 dari seluruh negara peserta. "Kita patut berbangga karena prestasi siswa Indonesia masih jauh lebih baik daripada siswa dari beberapa negara maju, seperti Inggris, Belanda, Kanada, dan Denmark," ujar Fauzan.

Dalam ajang itu, prestasi tertinggi diraih siswa Polandia, Tomasz Kulczyaski, dan juara umum diraih tim dari Cina, yang meraih 4 medali emas.

Seperti tim olimpiade sebelumnya, rombongan TOKI akan kembali ke Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta hari ini sekitar pukul 18.00 dengan menumpang pesawat Lufthansa dari Frankfurt dengan nomor penerbangan LH-877.

Direktur Pembinaan SMA Departemen Pendidikan Nasional Sungkowo Mudjiamanu menyatakan bangga atas prestasi tersebut. Departemen, kata dia, memang mengalokasikan dana untuk beberapa tim olimpiade, seperti biologi, fisika, kimia, astronomi, dan komputer. "Anggaran dialokasikan untuk proses seleksi awal, pembinaan, dan pengiriman," ujar Sungkowo.

Soal kemungkinan keempat siswa itu meraih beasiswa, dia menukas, hal itu hanya akan diberikan untuk peraih emas.

Target Medali Emas di Rusia

JAKARTA – Pada 21-27 April mendatang, delapan siswa Indonesia akan berlaga dalam kompetisi peneliti muda International Conference of Young Scientists (ICYS) ke-14 di St. Petersburg, Rusia. Keikutsertaan Indonesia untuk yang ketiga kalinya dalam ajang ini mentargetkan medali emas.

Para siswa dari empat sekolah yang berangkat ke Rusia ini dipimpin oleh tiga ketua tim, yaitu Monika Raharti, Janto V. Sulungbudi, dan Vennetia Ryckerens Danes. "Kami optimistis prestasi tim Indonesia kali ini akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya dan bisa membawa medali emas," kata Monika, yang juga Wakil Dekan Fakultas MIPA Universitas Katolik Parahyangan.

Tim Indonesia akan mempresentasikan enam hasil penelitian, yaitu Elsa Amelia Tungadi (SMP St. Laurensia) dengan penelitian "efek Tephrosia vogelii sebagai biopestisida untuk memerangi hama kubis", dan Jasmine Permatahati (SMP Global Mandiri) mengajukan penelitian "efek daun paria pada larva nyamuk".

Siswa SMA St. Laurensia, Maria R. Ekindriaty, meneliti "pengembangan material komposit yang diperkuat dengan memakai serat alami tumbuhan". Yenny Angela dan Sabrina Tjang (SMA St. Laurensia) mengangkat penelitian "krim detergen ramah lingkungan menggunakan enzim bromealin".

Dari Magelang, dua siswa SMA Taruna Nusantara, Nurrotul Husna dan Veterina, membawa penelitian "pengolahan limbah logam berat memakai Eichhornia crassipes". Sedangkan Victoria Moriana Sibi dari SMA Rex Mundi, Manado, mengajukan topik "penelitian efektivitas ekstrak tumbuhan Hyptis capitata sebagai agen antibakteri Pseudomonas aeruginosa".

Semua aktivitas persiapan para siswa dilakukan di bawah naungan Yayasan TOFI, yang diketuai Yohanes Surya. Indonesia pertama kali mengikuti ajang bergengsi ini sejak ICYS ke-12 pada 2005 di Katowice, Polandia. Saat itu, tim Indonesia meraih medali perunggu dan satu special award dari tiga penelitian dalam bidang fisika. Pada ICYS ke-13 di Stuttgart, Jerman, 2006, tim Indonesia sukses membawa pulang dua medali perunggu dalam bidang penelitian fisika.

ICYS adalah ajang pertemuan yang melombakan presentasi hasil penelitian pada bidang ilmu fisika, matematika, ilmu komputer, dan ekologi dalam bahasa Inggris. Kompetisi ini terbuka bagi siswa berusia 14-18 tahun. Lomba ini diadakan setiap tahun dengan negara peserta dari Eropa, Amerika, serta Asia (Indonesia, India, dan Jepang).

Kunjungan Siswa-Siswi SMA TN Angk-XV ke ITB

Pada Rabu, 20 Desember 2006 ITB dikunjungi oleh siswa–siswi kelas XII dari SMA Taruna Nusantara (TN) dalam rangkaian acara Karya Wisata Siswa Angkatan XV SMA TN. Acara ini diikuti oleh 350 orang terdiri atas: siswa kelas XII Angkatan XV, pengurus sekolah, pamong pengajar pengasuh, pamong, dan beberapa orang tua siswa yang tergabung dalam komite sekolah.

Rombongan yang baru saja mengunjungi PT. PINDAD dan PTDI, disambut hangat oleh Dr. Nanang T. Puspito selaku wakil dari pimpinan ITB di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga). Beliau memaparkan sejarah dan kondisi umum ITB sebagai BHMN sekaligus menuju institut berbasis riset yang siap membentuk sarjana–sarjana berkualitas.

Untuk, memberi gambaran umum pendidikan di ITB Pak Nanang yang berasal dari Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral (FIKTM), juga memperkenalkan fakultas tersebut dalam bentuk film dokumenter ringan. Acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara siswa SMA TN dan pihak ITB.

Selanjutnya, rombonan dibagi menjadi dua, untuk bergantian menyaksikan pemutaran film "The Season" di teater kubah dan "Wisata Ilmiah" mengenai konsep–konsep ilmiah sederhana. Siswa dan siswi, baik dari Ilmu Alam (IA) dan Ilmu Sosial (IS) tampak antusias dengan acara ini. Terlebih, mereka mendapat kesempatan bertemu dengan alumni SMA TN di ITB yang bertugas sebagai pendamping.

Kunjungan ke ITB merupakan rangkaian acara tahunan karya wisata siswa kelas XII yang mengunjungi berbagai tempat di Jakarta dan Bandung sehingga dapat meningkatkan wawasan kepemimpinan dan ilmu pengetahuan siswa SMA TN.

SMA Taruna Nusantara adalah sekolah swasta nasional yang terdiri atas siswa–siswi dari berbagai pelosok tanah air. Di sini, mereka dididik, dilatih, dan diasuh untuk memiliki dasar–dasar kepemimpinan yang penting untuk membangun ibu pertiwi.

News

Mulai bulan Nopember 2006 sampai dengan Maret 2007 SMA TN ditunjuk untuk menjadi peserta lomba perbaikan lingkungan hidup untuk tingkat satuan pendidikan seluruh Jawa – Bali.
 
Penyelenggara lomba adalah Toyota dan Yayasan KIRAI Indonesia
Thema : Toyota Eco Youth Program 2006/2007
Materi :

  1. Penghijauan
  2. Pengolahan Limbah
  3. Penghematan Energi

Gambaran Umum

  1. Peserta : 15 SMA dan SMK Se Jawa Bali
  2. Tempat Lomba : masing-masing sekolah
  3. Kriteria : 1. Peran serta warga sekolah dan lingkungan, 2. Teknologi, 3. Sosial

Pelaksana

  1.   Tim Inti : tim KIR kelas X dan XI
  2.   Umum : semua warga SMA TN

Pesan
         Mohon dukungan semua sivitas SMA Taruna Nusantara untuk mensosialisaikan dan mensukseskan program ini. Jika ada Saran/masukan untuk kesuksesan program ini
harap menghubungi pembina KIR SMA TN.
   
CP
  Bp. DRS. Kuncoro PR ( 0293) 365782 / 081346459401
  e-mail : kuncoropr@yahoo.co.id / keywordpr@yahoo.com ,
  admin@taruna-nusantara-mgl.sch.id
   
Thanks for your atention
Drs. Kuncoro PR

Toyota Eco Youth Program 2006/2007

Mulai bulan Nopember 2006 sampai dengan Maret 2007 SMA TN ditunjuk untuk menjadi peserta lomba perbaikan lingkungan hidup untuk tingkat satuan pendidikan seluruh Jawa – Bali.
 
Penyelenggara lomba adalah Toyota dan Yayasan KIRAI Indonesia
Thema : Toyota Eco Youth Program 2006/2007
Materi :

  1. Penghijauan
  2. Pengolahan Limbah
  3. Penghematan Energi

Gambaran Umum

  1. Peserta : 15 SMA dan SMK Se Jawa Bali
  2. Tempat Lomba : masing-masing sekolah
  3. Kriteria : 1. Peran serta warga sekolah dan lingkungan, 2. Teknologi, 3. Sosial

Pelaksana

  1.   Tim Inti : tim KIR kelas X dan XI
  2.   Umum : semua warga SMA TN

Pesan
         Mohon dukungan semua sivitas SMA Taruna Nusantara untuk mensosialisaikan dan mensukseskan program ini. Jika ada Saran/masukan untuk kesuksesan program ini
harap menghubungi pembina KIR SMA TN.
   
CP
  Bp. DRS. Kuncoro PR ( 0293) 365782 / 081346459401
  e-mail : kuncoropr@yahoo.co.id / keywordpr@yahoo.com ,
  admin@taruna-nusantara-mgl.sch.id
   
Thanks for your atention
Drs. Kuncoro PR

Lomba MSI III 2007

Image

Dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-62
dan HUT SMATN ke-17, kami menyelenggarakan:
LOMBA MSI
(MATEMATIKA-SAINS-INGGRIS)
SMP SE-JAWA BALl
Berhadiah Total Rp 15.000.000,-

MATERI

• Menguasai materi Matematika, Sains (Fisika, Kimia Biologi) dan Bahasa Inggris

WAKTU & TEMPAT PELAKSANAAN

• Minggu, 5 Agustus 2007

Di Kampus SMA TARUNA NUSANTARA, Magelang, Jawa Tengah

PERSYARATAN PESERTA

• Siswa SMP daerah Jawa atau Bali atau sederajat
• Berminat melanjutkan studi ke SMA TN

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? (Kisah Nyata)

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah
universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan
pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan
semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.
"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan
menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip
kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa
berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

The 10 Laws of Leadership

SEPULUH HUKUM KEPEMIMPINAN

    Apa yang membedakan seorang manajer yang memiliki
karakter "pemimpin" dengan manajer "biasa" walaupun ia telah mengikuti
berbagai macam pelatihan kepemimpinan yang sangat keras? Mengapa ada
pemimpin yang seperti ditakdirkan sebagai orang besar, sedangkan ada
pemimpin lainnya disalahkan atau menyalahkan diri karena memimpin
secara biasa-biasa saja. Jika menurut anda perbedaan tersebut hanya
terletak pada "keberuntungan" atau "kesempatan" , pendapat anda tidak
sepenuhnya benar. Hanya sebagian kecil dari pemimpin sukses mencapai
keberhasilan besar melalui keberuntungan dan kesempatan.

    Berdasarkan suatu data statistik, banyak pemimpin
besar meraih keberhasilan dalam pekerjaan dan kehidupannya melalui
seperangkat hukum kepemimpinan yang mendetail dan merupakan
prinsip-prinsip yang telah diujicobakan. Sedangkan manajer "biasa",
tanpa mengecilkan usaha mereka dalam menjalankan sistem kepemimpinan
lain yang cukup beragam, pada kenyataannya tidak mempunyai banyak
kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin sejati.