Humas SMATN

Kulupa berapa hari

Kulupa berapa hari
tak menyapa kamu
habiskan waktu menyiakan jeritan hati
nafikkan diri ingkari rindu saat mencintai

ketika pesan itu datang
" sayangku aku tak tahan .. tanpamu "
seguyur tetes nirwana membangunkan kelamnya mimpi
" sayangku maafkan aku …" jawabku
sejentik malu melintas
harusnya aku lebih dulu

seakan mentari merasuk hangat kembali
tak kulihat rautmu, rinduku bahagia menggambar citramu
bagaimana bisa kutinggalkan kamu
sesungguhnya hanya kamu belahan hatiku

pohon cintaku
layu waktumu segarlah kembali
maafkan lama tak sirami kamu
terkembanglah lagi dalam jati diri
lekanglah pagar jika itu hambat
indah lekukmu …

"..sayangku bahkan dalam batas kita, cinta itu semakin kuat memanggil "
terima kasih cinta, kuatkan kami terus dengan cinta

percayakah akan cinta

percayakah akan cinta
percayakah bisa berakhir
percayakah itu pilihan
percayakah itu reality
… tapi sungguh ini hanya bicara tentang hati

datangnya deras merasuk hati
memesona jiwa temukan belahannya

tapi berharap lebih
menggenggam lembutnya terlalu kasar
… membuatnya luka
… terkoyak harmoni mesra
… tak lagi padu belahan jiwa

pisah saja itu pilihan
toh memang tak lagi ada rasa

menyatu lagi
itu mimpi

perlu waktu menyembuhkan luka
perlu waktu memadamkan bara
perlu waktu menata belahan jiwa
perlu waktu menumbuhkan keyakinan
… diantara pilihan-pilihan

itu berarti berkorban lagi
menyediakan waktu (entah berapa lama)
melewatkan yang lain hanya untuk kamu (pantaskah itu)
membuang ragu (setelah sakit nyata tertipu)
… tapi akankah kamu juga akan begitu

melewati ini harus
tak kutolak karena berjalannya waktu

menerima ini harus
karena hidupku dalam nyata

memperjuangkan ini
bukanlah pahlawan
karena hanya pilihan

aku ingin memperbaiki pilihan
aku harus bertanggung jawab terhadap pilihan
aku rela kehilangan karena pilihan
… berani memulai kembali sebagai pilihan

kuharap selalu ada pandu temukan cinta
sebentuk citra tentang cinta
sejuknya cinta damainya cinta
ketika kita saling mengerti
… selalu itu tempat ternyaman kita untuk kembali

Sendiri aku

Sendiri aku
tanpa kamu

sunyiku tak layak temanku
kuusik dengan musik
semakin keras ingin kudengar dentam
mengisi hatiku yang rapuh
aku ragu dalam kesendirianku
menderitanya akan kehilangan kamu

sekesiap kuingin kau ada menjelma
berharap rupa sang dewi
dengan jentik menghapus luka-luka hati

sekesiap kulihat rupa bayangan kemarin
kau bercanda dengan yang lain
tak pilih tunggu aku di pinggir jalan itu
kau punya dunia lain
aku tak miliki kamu sepenuhnya
seberapa bagian diriku dalam dirimu
bukankah harusnya kita bersama

harmoniku hilang
aku hanya menuntut kamu
aku terseret badai dan semakin jauh darimu

"..aku bosan dengan semua ini…" jeritmu lalu diam
kubantah ? aku hanya terpana
kumarah ? aku membenci mengakui
kenapa cinta menjadi menyakiti
kenapa aku sempat terjebak dalam bagian cerita ini

aku di persimpangan antara…
aku harus memilih
demi damai perasaanku
demi kamu yang semakin bukan kamu
(dalam pandangku)

bergulat dengan dilema
terjebak dalam dilema
bisakah kuakhiri dilema

Peraih Medali OSN V Tingkat SMA 2006

Matematika : 1 Perak

1 Hilman Fathurrahman SMAN 3 Bandung Jawa Barat Emas
2 Yosefat Eka Prasetya Pangalelo SMAN 4 Denpasar Bali Emas
3 Nugroho Seto Saputra SMAN 3 Yogyakarta DI Yogyakarta Emas
4 Andreas Dwi Maryanto Gunawan SMAK Kolese St. Yosef Malang Jawa Timur Emas
5 Prenali Dwisthi Sattwika SMAN 1 Tegal Jawa Tengah Emas
6 Nurfitri Ambarsanti SMAN 3 Bandung Jawa Barat Perak
7 Surya Winata SMAN 1 Purwokerto Jawa Tengah Perak
8 Esqi Aktiadi SMAN 20 Bandung Jawa Barat Perak
9 Nathan Linarto SMAK 1 BPK Penabur DKI Jakarta Perak
10 Sa’aadah Sajjana Carita SMA Semesta Semarang Jawa Tengah Perak
11 Andrego Halim SMAK 7 BPK Penabur DKI Jakarta Perak
12 Muhammad Kholilurrohman SMAN 1 Cilacap Jawa Tengah Perak
13 Suatmi Murnani SMA Taruna Nusantara Magelang Jawa Tengah Perak
14 Docang Enget Budi Utomo SMAN 1 Surakarta Jawa Tengah Perak
15 Faiz Al Makki SMAN 2 Yogyakarta DI Yogyakarta Perak
16 I Made Ari Susena SMAN 1 Singaraja Bali Perunggu
17 Ismail Sunni SMA Semesta Semarang Jawa Tengah Perunggu
18 Jeffta Joshua SMA 1 BPK Penabur DKI Jakarta Perunggu
19 Rima Mustafa SMAN 1 Surakarta Jawa Tengah Perunggu
20 Vania Edrea SMAK IPEKA Puri Jakarta DKI Jakarta Perunggu
21 Charlie Nathanael Otto SMA 1 BPK Penabur DKI Jakarta Perunggu
22 Danang Setiawan SAM 1 Boja Kendal Jawa Tengah Perunggu
23 Nico Setiawan SMA Kusuma Bangsa Palembang Sumatera Selatan Perunggu
24 Stefanus Sehadi SMA 1 BPK Penabur DKI Jakarta Perunggu
25 Achmad Syaiful SMAN 1 Meauke Papua Perunggu
26 Aldrian Obaja Muis SMAK 1 BPK Penabur Bandung Jawa Barat Perunggu
27 Ario Yudo Husodo SMAN 1 Mataram Nusa Tenggara Barat Perunggu
28 Febi Sanjaya SMAN 1 Temanggung Jawa Tengah Perunggu
29 Hably Robbi Wafiyya SMAN 68 Jakarta DKI Jakarta Perunggu
30 T. Reza Auliandra SMAN 2 Modal Bangsa Aceh Besar Nangroe Aceh Darussalam Perunggu

Obat Nyamuk Listrik dari Bunga Sukun

Bunga sukun dapat dipakai untuk mengusir nyamuk secara alami dan ramah lingkungan. Tidak berasap dan tidak berbau.

"Kreatif dan inovatif," begitulah komentar Heru Santoso, Ketua Dewan Juri Lomba Karya Ilmiah Remaja 2005, tentang penelitian tiga siswa SMA Taruna Nusantara, Magelang, yang meraih juara pertama bidang ilmu pengetahuan alam. Mereka menampilkan bunga sukun (Artocarpus communis) sebagai refill atau isi ulang obat nyamuk elektrik.

Heru mengatakan, penggunaan bunga sukun ini sangat unik dan mudah diaplikasikan. Namun, penilaian dewan juri lomba yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia itu juga mencakup sistematika cara berpikir serta ide yang orisinal.

Gagasan menggunakan bunga jantan sukun alias ontel dalam bahasa Jawa sebagai pengusir nyamuk, menurut Eddyman Kharma, siswa kelas III SMA Taruna Nusantara, berasal dari cerita teman-temannya di desa. "Bunga sukun itu bisa untuk obat nyamuk. Saya kepikiran, kok bisa. Jadi saya meneliti," ujarnya.

Pemakaian bunga sukun sebagai pengusir nyamuk memang sudah lama dilakukan. Tidak saja dilakukan masyarakat di desa-desa di Jawa, tapi juga penduduk di Vanuatu, kepulauan di Pasifik Selatan, dekat Australia dan Selandia Baru. Namun, pemakaiannya masih sebatas dibakar, itu pun sudah jarang dipakai sekarang ini dengan banyaknya produk obat nyamuk bakar, semprot, ataupun elektrik yang praktis.

Eddyman dan dua rekannya, Intan Elfarani dan Kanaka Sundhoro, mencari cara pemanfaatan bunga sukun yang lebih praktis dan ekonomis, yaitu sebagai isi ulang obat nyamuk elektrik. Dengan cara ini, asap yang bisa mengakibatkan sesak napas bisa dihindari.

JUMPA TOKOH NASIONAL – JENDERAL TNI RYAMIZARD RYACUDU

CERAMAH PEMBEKALAN

KEPADA

SISWA/ SISWI SMA TARUNA NUSANTARA

Dengan Tema

WAWASAN KEBANGSAAN

Selasa, 22 Novembar 2005

Pagi-pagi setelah makan pagi, kami seluruh siswa SMA TN langsung
menuju Balairung Pancasila. Ada apakah di sana? SMA TN kedatangan salah
satu tokoh nasional Indonesia, Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, yang
dulunya adalah Kepala Staf Angkatan Darat.

Acara Jumpa Tokoh Nasional dimulai pada pukul 10.00 WIB. Ketika langkah
pertama Pak Ryamizard menginjak Balairung Pancasila, seluruh siswa SMA
TN dengan serentak menyanyikan lagu Selamat Datang. Setelah laporan
siswa, Balairung Pancasila digetarkan oleh sebuah yel khas SMA TN, check sound.

Sambutan dari Kepala Sekolah SMA TN, Brigjen TNI Untung Susoro
mengawali rangkaian acara Jumpa Tokoh Nasional. Memasuki acara puncak,
yaitu pembekalan oleh Bapak Ryamizard Ryacudu, seluruh siswa telah siap
mendengarkan dengan baik dan tenang.

berita/jtn_5.jpg

Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional IV 2005

Peserta PIRN, Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional IV LIPI dari SMA TN:

1. Rudi Mahendra III IPA 3

2. Ach. Ferdiansyah III IPA 7

3. Dina Kharismawati III IPA 1

Pelaksanaan PIRN 2005 dipusatkan di Kebun Raya Cibodas , Jawa Barat
dari tanggal 19 – 23 September 2005. PIRN IV 2005 diikuti oleh 22
propinsi yang terdiri dari 123 siswa.

Siswa Rudi Mahendra mengambil bidang IPTEK, Ach. Ferdiansyah bidang IPA
Flora
dan Dina Kharismawati bidang IPSK.
Tujuan pelaksanaan PIR adalah untuk membina generasi muda/remaja dalam
pelaksanaan penelitian secara metodologis dan diarahkan untuk
menanamkan sikap dan perilaku scientific minded, scientific curiosity dan
scientific approach.

Dalam PIRN siswa dibentuk kelompok masing-masing bidang dan terdiri
dari berbagai daerah. Hasil dari PIRN mendapatkan penghargaan sebagai
peneliti remaja terbaik, siswa Rudi Mahendra mendapat penghargaan untuk
bidang IPTEK.


Drs. Kuncoro PR

Pembina KIR SMA TN

MENHAN TATAP MUKA DENGAN ALUMNI SMA TARUNA NUSANTARA

Sabtu, 18 Juni 2005
MENHAN TATAP MUKA DENGAN ALUMNI SMU TARUNA NUSANTARA


Menteri
Pertahanan RI Juwono Sudarsono, Selasa (14/6) di Departemen Pertahanan
Jl Medan Merdeka Barat 13-14 Jakarta Pusat mengadakan tatap muka dengan
20 orang anggota Ikatan Alumni SMU Taruna Nusantara (Ikastara yang
dipimpin oleh Ketuanya Ir. Takwa Fuadi. Ikastara tersebut terdiri dari
alumnus angkatan pertama hingga terakhir. Acara tatap muka diisi dengan
pengarahan Menteri Pertahanan dan tanya jawab.

Menteri Pertahanan mengatakan, mandat Departemen Pertahanan
seperti dalam UU No. 3 Tahun 2002 adalah mengelola Departemen
Pertahanan dari segi militer dan non militer. Artinya, Dephan tidak
hanya mengurusi TNI baik Angkatan Darat, Laut maupun Udara, tapi juga
diberi mandat oleh Undang-Undang untuk memikirkan pertahanan dalam arti
luas termasuk pertahanan Sumber Daya Nasional yang terdiri dari Sumber
Daya Alam, Sumber Daya Manusia, dan Sumber Daya Buatan. Sedangkan
Ikastara termasuk didalamnya yaitu bidang knowledge and skill
(pengetahuan dan keahlian) yang merupakan brain power (kekuatan otak).

Lebih lanjut Menhan menjelaskan, defence of human resources skill
(pertahanan Sumber Daya Manusia), defence of scientific technology
(pertahanan teknologi dan ilmu pengetahuan), defence of competitiveness
(pertahanan dalam era persaingan bebas), defence of resources/natural
and menmade resources (pertahanan Sumber Daya Alam dan Buatan) adalah
bagian dari tekad Departemen Pertahanan untuk mengembangkan pertahanan
yang tangguh.

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dalam tanya jawabnya dengan
para alumnus memberikan beberapa kesimpulan, diantaranya; harus ada
rekonstruksi manajemen pengelolaan SMU Taman Taruna Nusantara dan
menyesuaikan dengan perkembangan politik, ekonomi dan budaya.
Selanjutnya secara terukur menyusun kembali kemampuan Dephan. Untuk
memberikan sumbang subsidi berdasarkan anggaran Dephan untuk memenuhi
target agar subsidi dapat membantu sebanyak mungkin calon siswa dari
kalangan yang kurang mampu, serta mengelola sumbangan pendidikan dari
orang tua yang mampu sehingga ikut mendampingi subsidi dari Dephan.

“Departemen Pertahanan juga akan berusaha menghubungi lembaga-lembaga
asing yang berminat membantu terutama dalam memberikan bea siswa untuk
pendidikan pasca sarjana bagi para lulusan SMU Taman Taruna Nusantara,”
ujarnya.

Pada tatap muka tersebut, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono
didampingi Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Irjen Dephan
Purwadi S.IP, Dirjen Pothan Dephan Laksda TNI Ir. Darmawan, Karo Humas
Setjen Dephan Marsma TNI Abdul Azis Manaf SE, Karo TU Setjen Dephan
Brigjen TNI Basrowi Chozin SH, dan Staf khusus bidang Ekonomi Adnan
Ganto. Acara tatap muka tersebut juga dihadiri Ketua Yayasan Lembaga
Perguruan Taman Taruna Nusantara Bahrur Ulum dan Ketua Yayasan
Kejuangan Panglima Besar Sudirman Bambang Murgiyanto M.Sc.



Demikian siaran berita Biro Hubungan Masyarakat Setjen Dephan RI.

Presiden Akan Lantik Perwira TNI dan Polri

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan melantik 797 perwira TNI dan Polri di Akademi Militer, Magelang, Kamis (16/12) pagi ini. Sejak tahun 1984 pelantikan perwira baru TNI dan Polri dilakukan di Istana Negara. Mulai tahun 2004 dan seterusnya, pelantikan perwira baru TNI dan Polri akan dilakukan secara bergilir di markas akademi angkatan dan kepolisian.

Rencana pelantikan perwira baru TNI dan Polri oleh Presiden ini disampaikan Komandan Jenderal Akademi TNI, Laksamana Muda TNI Heru Srijanto dalam konferensi pers di gedung Soeroto, Kompleks Akademi Militer, Magelang, Selasa (14/12). Konferensi pers ini juga dihadiri Gubernur Akmil Mayjen TNI Yunus P, Gubernur AAU Marsekal Muda TNI Murjono, Gubernur AAL Mayjen Mar TNI Nono Sampono dan Gubernur Akpol Irjen Pol Basir Ashar Barmawi.

Menurut Danjen Akademi TNI, ada tiga pertimbangan mengapa pelantikan perwira baru TNI dan Polri kali ini dilakasakan di Akmil Magelang. Pertama, lapangan Monas saat ini sudah diberi pagar sehingga tidak bisa digunakan sebagai lapangan parkir pada upacara pelantikan di Istana Negara. Kedua, adanya pembangunan jalan untuk bus way di sekitar Istana Negara sehingga kalau pelantikan perwira baru TNI dan Polri tetap digelar di Istana Negara akan menimbulkan kemacetan lalulintas di sekitar istana. Ketiga, mengembalikan sejarah pelantikan perwira baru TNI dan Polri secara bergilir di masing-masing akademi.