Humas SMATN

Jumpa Tokoh Nasional – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Selasa pagi, suasana di dalam kampus SMA Taruna
Nusantara mendadak menjadi sangat ramai. Ratusan aparat keamanan baik
dari TNI maupun Polri berjaga-jaga di setiap sudut lingkungan kampus
SMA TN. Pagi itu, akan diadakan tatap muka Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono dengan siswa SMA Taruna Nusantara. Tatap muka yang semula
akan diadakan 2 bulan lalu, baru bisa dilaksanakan pada tanggal 6
Desember 2005. Berbagai persiapan telah dilaksanakan oleh seluruh warga
SMA Taruna Nusantara. Walaupun menjelang Ulangan Semester, namun para
siswa dan pamong tetap bersemangat menyambut Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono.

Rombongan Presiden bertolak dari Yogyakarta pada pukul 08.30 WIB dan
tiba di SMA TN pukul 09.40 WIB. Setibanya di kampus SMA TN beliau
menuju Wisma Tamu diiringi Korsik dari Gita Bahana Nusantara Drum Band.
Memasuki Wisma Tamu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu
Ani Bambang Yudhoyono disambut oleh Jajar Nusantara yang terdiri dari
para siswa-siswi yang mengenakan busana daerah dari Aceh sampai Papua.
Setelah menandatangani Buku Tamu di Wisma Tamu, Presiden "bergerak"
menuju Balirung Pancasila, disambut dengan lagu "Selamat Datang" yang
dinyanyikan oleh para siswa dengan meriah dan penuh semangat.

Image

Pada acara tatap muka ini tidak hanya dihadiri oleh keluarga besar SMA
TN saja, namun ada beberapa tamu undangan yaitu Kepala Sekolah dan
Siswa SMA se Magelang. Presiden juga membawa beberapa Menteri dari
Kabinet Indonesia Bersatu antara lain Menteri Negara BUMN, Sekretaris
Kabinet, Sekjen Deplu dll. Presiden berharap nantinya para siswa akan
mengisi Lembaga-Lembaga Pemerintahan untuk memajukan Indonesia.

Image

Dalam pidatonya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan
beberapa amanat yang harus dilaksanakan oleh para siswa. Beliau
mengingatkan agar para siswa terus berusaha untuk memajukan bangsa ini
dengan belajar dan berjuang. Namun kita juga harus tetap membagi waktu
untuk berorganisasi, belajar memimpin dan dipimpin. Hal ini bertujuan
agar kepribadian kita terbentuk dan bisa menjadi manusia Indonesia yang
berkarakter tangguh. Jangan sampai kita menjadi bangsa yang lemah,
cengeng, apalagi putus asa. Disiplin pribadi seperti disiplin waktu,
taat peraturan, juga harus dibiasakan. Kemudian yang juga tidak kalah
penting adalah sopan santun juga harus dijunjung tinggi. Untuk membawa
bangsa ini menjadi lebih baik, para siswa juga harus selalu aktif dan
kreatif, jangan pasif. Beliau mengatakan bahwa bangsa yang berhasil
memiliki beberapa ciri, yaitu bermoral, berkarakter, berkepribadian
tangguh, bersatu dan harmonis, serta terus berjuang demi bangsa dan
negara. Tidak lupa beliau berpesan kepada seluruh siswa agar kelak
memilih profesi yang tepat, kemudian ditekuni dengan baik agar nantinya
Indonesia akan memiliki bibit-bibit yang dapat memajukannya.

Image

Usai pembekalan dari Presiden, diadakan dialog tanya jawab antara
Presiden dengan para siswa. Tanya jawab yang dilaksanakan berjalan
sangat lancar. Presiden langsung menjawab pertanyaan yang diajukan oleh
para siswa dengan bahasa yang sangat cerdas, merupakan jawaban spontan
tapi sangat berkualitas. Hal ini menambah kekaguman para siswa terhadap
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ditambah ketika Presiden menjawab
pertanyaan para siswa dalam bahasa Inggris. Decak kagumpun kembali
keluar dari para siswa.

Sayangnya, karena Presiden masih memiliki banyak jadwal yang harus
dilaksanakan, maka sesi pertanyaan hanya sampai tiga orang saja. Namun
itu saja sudah cukup bagi para siswa. Rombongan Presiden bergerak
menuju Akademi Militer pada pukul 11.15. Wajah-wajah puas dan gembira
terpancar dari para siswa. Mereka berharap semoga Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono dapat membawa Indonesia menuju keadaan yang lebih
baik.


KASAU TUTUP PENDIDIKAN KARBOL AAU

http://www.tni-au.mil.id

Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Djoko Suyanto menutup pendidikan Karbol Tingkat III (Sersan Mayor Udara Karbol – SMUK) Akademi Angkatan Udara, (AAU) Karnis (8/12). Upacara Penutupan Pendidikan (Tupdik) yang dilaksanakan di lapangan Dirgantara AAU, ditandai dengan pengambilan sumpah SMUK serta penandatanganan naskah berita acara Tupdik.

Sebanyak 135 SMUK dinyatakan lulus dan kepada mereka telab diberikan ijazah kelulusan pàda Senin (5/12) la!u. Ke-135 Karbol Tingkat III yang dinyatakan Lulus kali ini, terbagi dalam tiga jurusan (Majoring), masing-masing Teknik Aeronautika, Teknik Elektronika dan Teknik Manajemen Industri.

Pada Tupdik kali ini terpilih sehagai Karbol terbaik tiap-tiap jurusan adalah SMUK Made Yogi Indra Prabowo (Jurusan Teknik Aeronautika), SMUK Muhammad Arif Sarony (Jurusan Teknik Elektronika) dan SMUK Hendik Hardyanto (Teknik Manajemen Industri). Ketiganya mendapat tropy Gubernur AAU. Sementara penghargaan Adimakayasa (best of the best) di raih oleh SMUK Muhammad Arif Sarony dari jurusan Teknik Elektronika.

Selanjutnya ke-135 Karbol akan mengikuti upacara pelantikan dan penyumpahan Perwira (Praspa) bersama-sama dengan Taruna Akmil, Kadet AAL dan Taruna Akpol. Praspa akan dipimpin oleh Presiden Ri Susilo Bambang Yudhoyono bertempat di Akademi Angkatan Laut, Surabaya pada minggu ketiga bulan Desember 2005 mendatang.

Arek malang

SMUK Muhammad Arif Sarony, peraih Adimakayasa tahun 2005 dilahirkan di Malang Jawa Tirnur pada 19 Oktober 1982. Anak kedua dan tiga bersaudara pasangan Saiful Anwar (pemborong bangunan) dan Saini (Ibu rumah tangga) ini beralamat di Jl. Raya Candi II no. 53, Malang.

Karbol yang juga menjabat sebagai Kepala Lembaga Musyawarah Karbol (Kalemuskar) di Wing Korps Karbol ini, merupakan jebolan SMA Taruna Nusantara Magelang tahun 2001. Sempat kuliah di ITS Surabaya setahun (2001) Muhamad Arif Sarony akhirnya memutuskan untuk menjadi Karbol dan masuk pada tahun 2002.

Karbol berpenampilan kalem dengan tinggi 169 dan berat badan 60 Kg ini, bercita-cita menjadi penerbang tempur TNI AU. Sementara hobi Karbol yang sempat menyumbangkan medali emas bagi kontingen AAU pada ajang Pekan Integrasi dan Kejuangan Taruna (Piktar 2005) ini, adalah main musik, membaca, serta olahraga, khususnya lari.

Presiden Lantik 773 Perwira Remaja TNI dan Polri

http://www.kompas.com

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini (Rabu, 21/12) di Kesatriaan Akademi Angkatan Laut (AAL) Bumi Moro, Surabaya, melantik dan mengambil sumpah 773 perwira remaja lulusan Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol).

Sebanyak 773 perwira remaja dengan pangkat letnan dua dan inspektur dua untuk Polri itu terdiri atas lulusan Akademi Militer (Akmil) 236 orang, AAL 156 orang, Akademi Angkatan Udara (AAU) 138 orang dan Akademi Kepolisian (Akpol) 243 orang.

Lulusan terbaik di masing-masing angkatan itu akan mendapatkan penghargaan bintang Adhi Makayasa. Untuk tahun ini peraih bintang Adhi Makayasa didominasi oleh lulusan SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang yang didirikan oleh Departemen Pertahanan.

Untuk Akmil lulusan terbaik diraih Dian D Setiadi, lulusan SMA TN dari Ponorogo, AAL diraih Pebrianto Adi Nugroho lulusan SMA TNI dari Ngawi, AAU diraih Moh. Arif Sarioni asal Malang yang juga lulusan SMA TN, sedangkan Akpol diraih Sami’an dari Demak dan lulusan SMUN 1 Demak.

Ini adalah untuk kedua kalinya pelantikan perwira remaja dilakukan di luar Istana Merdeka. Tahun 2004 pelantikan dilaksanakan di Akmil Magelang, tahun ini di AAL, tahun 2006 di AAU Yogyakarta dan di Akpol Semarang pada tahun 2007.

Pelantikan para perwira ini akan dihadiri Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Djoko Santoso, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Slamet Soebijanto, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Djoko Suyanto, dan Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto. Last Updated ( Thursday, 02 March 2006 )

Eksplorasi Bunga Sukun Sabet Juara Pertama IPA

http://www.kompas.com

Jakarta,
Kompas – Karya ilmiah tentang ”Eksplorasi Bunga Sukun (Artocarpus
communis) sebagai Refill Obat Nyamuk Elektrik” karya Eddyman Kharma
dari SMA Taruna Nusantara
, Magelang, Jawa Tengah, akhirnya menyabet
juara pertama Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) 2005 kategori ilmu
pengetahuan alam (IPA)
di Jakarta, Jumat (2/12). Kemenangan itu didapat
dengan menyisihkan 414 peserta SLPT/SLTA dari 21 provinsi di Indonesia.

Adapun Eti
Putranti, siswa SMA Negeri 6 Yogyakarta, menyabet juara pertama untuk
kategori ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan (IPSK). Eti menyajikan
karya ilmiah tentang ”Optimalisasi Itik Tepi Pantai sebagai Bentuk
Usaha Kecil yang Tidak Hanyut oleh Badai Krisis”. Di bidang teknik,
juara pertama diraih Ita Munir Ratnawati dari SMA Negeri 2 Jombang,
yang menyajikan karya ”Strategi Penyelamatan Air Sungai Melalui
Pengelolaan Limbah Pabrik Tepung Tapioka Banjaragung dalam Meningkatkan
Produktivitas Pertanian: Uji Pemanfaatan Air Limbah pada Tanaman Padi”.

Kompetisi ilmiah
kali ini merupakan yang ke-37. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,
kompetisi 2005 yang terdiri dari LKIR, Pemilihan Peneliti Remaja
Indonesia (PPRI), dan Lomba Kreativitas Guru (LKG) ini diikuti lebih
banyak peserta. Tahun 2005, peserta LKIR mencapai 414 siswa SLTP/SLTA
dari 21 provinsi dan satu sekolah Indonesia di Mesir. Tahun 2004, lomba
itu hanya diikuti 358 orang dan tahun 2003 hanya 300 orang. Begitu juga
PPRI. Tahun 2005, PPRI diikuti 67 mahasiswa, sedangkan tahun 2004 hanya
57 mahasiswa. Adapun LKG 2005 diikuti 221 guru SD-SLTA dari 26 provinsi.

Menteri Negara
Riset dan Teknologi (Menneg-Ristek) Kusmayanto Kadiman meminta seluruh
peserta untuk tidak mudah menyerah pada masalah ketiadaan dana. ”Cara
paling bagus adalah dengan dana yang ada kita lakukan penelitian yang
menarik sehingga akan tercipta hasil penelitian yang maksimal. Dengan
begitu, maka orang-orang akan tertarik untuk memberikan dana,” kata
Kusmayanto Kadiman saat beraudiensi dengan para finalis lomba.

Dalam dialog
sekitar satu jam itu, Menneg-Ristek sekaligus menyinggung kesenjangan
antara kalangan akademisi, bisnis, dan pemerintah. Ditegaskan,
kesenjangan itu merupakan salah satu alasan lamanya produk penelitian
mencapai pasar. ”Itu salah satu kelemahan utama kita, antara
komponennya tidak kompak. Tapi kami terus berusaha agar dapat makin
kompak di masa mendatang,” katanya. (rie)

Juara I LKIR XXXVII LIPI bidang IPA Tahun 2005

Eddyman Karma ( III IPA2 ) bersama Kanaka Sundoro dan Intan Elfarani ( III IPA2 ) berhasil membuktikan kreatifitas dan inovatifnya dalam bidang ilmiah. "Eksplorasi Bunga Sukun sebagai Refill Obat nyamuk Elektrik" mengantarkan seorang Eddyman menjadi Juara I LKIR XXXVII LIPI bidang IPA tahun 2005 ini.
 
Image

SNBI SUATU ALTERNATIF DI PERSAINGAN GLOBAL

APAKAH ITU SNBI ?

Era globalisasi yang sudah merambah ke dalam dunia pendidikan, menuntut sekolah untuk melakukan berbagai upaya yang berorientasi pada penciptaan kompetensi lulusan yang berdaya saing global. Sehubungan dengan itu maka pemerintah melalui Direktorat Pendidikan Menengah Umum membuat program sekolah nasional bertaraf internasional yang disingkat dengan SNBI.

 SNBI ini adalah sekolah yang menggunakan kurikulum nasional dengan melakukan inovasi-inovasi di bidang pengelolaan sekolah dan inovasi di bidang proses pembelajaran serta didukung sarana yang memadai (sesuai dengan perkembangan teknologi) untuk menciptakan lulusan yang mampu bersaing dengan lulusan sekolah terbaik lainnya di seluruh dunia. SNBI dapat berarti sekolah yang melakukan proses peningkatan kualitas yang berkesinambungan sehingga menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik di dunia.

 

JUARA I KIR NASIONAL

Satu lagi bukti Tradisi berprestasi diwarisi oleh Tim KIR SMA Taruna Nusantara. Dengan Judul ORGANIC WASTE ELECTRIC GENERATOR BIN. Tim KIR dengan anggota Betria Silvana Rossa Kelas III IPA-5, Dina Kharismawati Kelas III IPA-6, dan Manesha Putra Kelas III IPA-1, berhasil meraih Juara I pada Final Light of Electronic Dreams 2006 Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Elektro dan Informatika ITB.

Betria Silvana Rossa
Betria SR      Dina K          Manesha P

Mereka berhasil dengan gemilang mengungguli 9 finalis lainnya, yang satu diantaranya Tim KIR lapis kedua SMA Taruna Nusantara dengan anggota Aldano Bridaga Putra Kelas III IPA-2, Maman Dwi cahyo Kelas III IPA-2, dan Herbintang A.T.T.A. Kelas XI IA-3. Mereka lolos ke final dengan mengusung Karya Ilmiah EKSPLORASI APEL BELUDRU SEBAGAI BATERE ALAMI.Mari kita warisi Tradisi Berprestasi Tinggi

Sebagai ciri khas siswa SMA TN