Humas SMATN

Kolonel Inf. Dwi Sasongko (TN 3) pimpin Satuan Tugas Rapidly Deployable Battalion (RDB) Kontingen Garuda XXXIX-A/Monusco Kongo

Alutsista Kontingen Garuda Jadi Etalase Bangsa


JAKARTA, KOMPAS — Kontingen Garuda yang bertugas sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB adalah duta bangsa. Peranannya bukan hanya menjaga perdamaian, melainkan juga berinteraksi dan berkontribusi di tengah masyarakat dunia hingga memberi kepercayaan sampai saat ini kepada Indonesia.

Saat melepas Kontingen Garuda untuk menjaga perdamaian di Republik Demokratik Kongo dan Lebanon di Lapangan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/8/2018), Presiden Joko Widodo menyatakan, hal yang membanggakan adalah alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dibawa kedua satuan tugas (satgas) merupakan produksi anak bangsa. ”Ini (jadi) etalase produk strategis Indonesia,” kata Presiden.

Acara dihadiri sejumlah menteri, seperti Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Penjabat Gubernur Jawa Barat M Iriawan.

Alutsista yang dibawa antara lain Anoa, kendaraan militer lapis baja berukuran medium yang bisa digunakan untuk mengangkut personel, juga kendaraan taktis yang bisa digunakan sebagai pengintai di medan berat yang disebut Komodo. Selain itu, senjata organik yang dibawa setiap prajurit adalah senapan serbu SS-2 yang juga produksi PT Pindad.

”Hari ini Indonesia bangga, bangga turut menjaga perdamaian dan ketertiban dunia. Itu adalah amanat konstitusi kita. Sebagai wujud kontribusi Indonesia untuk dunia, sekaligus kita ingin mengharumkan nama baik bangsa dan negara,” kata Presiden Jokowi.

Indonesia ikut menjadi bagian penjaga perdamaian bersama pasukan PBB sejak 1957. Saat itu, Kontingen Garuda atau disebut Konga bertugas menjaga perbatasan Israel dan Mesir bersama pasukan PBB. Sejak 1957, lebih dari 38.000 personel pasukan perdamaian dikirim Indonesia. Indonesia tercatat sebagai satu di antara 10 besar negara pengirim pasukan PBB.

Pada 2018 ini direncanakan 4.000 personel akan diberangkatkan sebagai pasukan perdamaian. Satgas yang diberangkatkan adalah RDB Kontingen Garuda XXXIX-A Kongo dan Satgas MTF Kontingen Garuda XXVIII-K Lebanon.

Satgas RDB (Rapidly Deployable Battalion) terdiri atas 850 personel yang dipimpin Kolonel (Inf ) Dwi Sasongko. Pasukan ini semacam pasukan gerak cepat yang tak hanya menjaga mobilitas pekerja PBB dan mengawasi perlucutan senjata, tetapi juga membantu mengawasi pemilu Kongo, November depan. Adapun Satgas MTF (Maritime Task Force) terdiri atas 120 personel yang akan bertugas di perairan Lebanon. Pasukan dikomandani Letnan Kolonel Laut (P) Cecep Hidayat.

Panglima TNI mengatakan, prajurit umumnya senang ditugaskan dalam misi PBB. Sebab, tak semua prajurit TNI bisa mendapatkan kesempatan tersebut.

https://www.pressreader.com/indonesia/kompas/20180901/281539406829629

Danyonif 312/Kala Hitam berpindah komando dari Letnan Kolonel Inf Medi Hariyo Wibowo (TN 6) kepada Letnan Kolonel Inf Sigit Raditya (TN 5)

SUBANG-Danyonif 312/Kala Hitam berpindah komando dari Letnan Kolonel Inf Medi Hariyo Wibowo kepada Letnan Kolonel Inf Sigit Raditya. Acara serah terima jabatan berlangsung di halaman Yonif 312 Kala Hitam Subang, Senin (20/8/18).

Komandan Brigade Infanteri 15/Kujang II, Kolonel Inf. Mochamad Arief Hidayat, menyampaikan, pergantian pejabat dan mutasi personel di lingkungan TNI AD khususnya Brigif 15/Kujang II ini merupakan hal wajar. Itu sebagai bentuk realisasi dari kebijakan pimpinan TNI AD dalam rangka regenerasi dan tuntutan kebutuhan organisasi guna mengoptimalkan kemampuan satuan untuk mendukung tugas pokok kedepannya.

“Saya mengucapkan kepada Letkol Inf Sigit Raditya, selamat menjalankan tugas sebagai Danyonif 312/KH Brigif 15/Kujang, berharap dapat menjalankan  tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi menjungjung tinggi kehormatan bangsa dan negara. Khususnya, mewujudkan efektivitas penangkalan terhadap ancaman serangan musuh dan menjamin keselamatan Jawa Barat dan Banten yang merupakan salah satu bagian berlangsung tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pesannya.

Dia juga mengatakan, harus di tingkatkan kualitas prajurit dan kesatuan yang dilandasi degan jiwa Sapta  Marga dan Sumpah Prajurit. Juga menciptakan prajurit yang disiplin, jago perang, jago beladiri, jago menembak serta dicintai rakyat sesuai moto semboyan Siliwangi ” Siliwangi adalah Rakyat Jabar dan Banten dan Rakyat Jabar dan Rakyat Jabar dan Banten adalah Siliwangi “.

Selanjutnya Komandan Inf Mohamad Arief Hidayat Komandan Brigade Infanteri 15/Kujang II melaksanakan sumpah janji jabatan dan integritas di lanjutkan penandatangan antar pejabat lama dengan pejabat baru.

Acara tersebut dihadiri oleh Plt Bupati Subang Ating Rusnatim dan seluruh unsur Forkopimda, para Dansat dan jajaran TNI dan Polri, Ketua Persit Chandra Kirana Ranting IV Yonif 312/KH, beserta seluruh pengurus, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XL, seluruh perwira, bintara dan tamtama Yonif 312/KH Brigif 15 PD III/Sls beserta seluruh pengurus. (arp). http://portaljabar.net

Letnan Kolonel Inf Sigit Raditya, MIS., MA. (TN 5) jabat Danyonif 312/Kala Hitam, Subang

Kabupaten Subang, SpritNews-Plt Bupati Subang, H. Ating Rusnatim SE., menghadiri acara lepas sambut Danyonif 312/Kala Hitam dari Letnan Kolonel Inf Medi Hariyo Wibowo, MMSC., kepada Letnan Kolonel Inf Sigit Raditya, MIS., MA., di Halaman Yonif 312 Kala Hitam, Sabtu (18/8/18).

Komandan Inf Mochamad Arief Hidayat, Komandan Brigif 15/Kujang II menyampaikan, pergantian pejabat dan mutasi personel di lingkungan TNI AD khususnya Brigif 15/Kujang II, merupakan hal wajar sebagi bentuk realisasi dari kebijakan pimpinan TNI AD dalam rangka regenerasi dan tuntutan kebutuhan organisasi, guna mengoptimalkan kemampuan satuan untuk mendukung tugas pokok kedepannya.

Letkol (Pnb) Hendra Supriyadi (TN 5) akan pimpin tim Fly Pass di Istana Negara

Misi Flypass lima pesawat T-50i Golden Eagle ini di bawah kendali Komandan Skadron Udara 15 Letkol Pnb Hendra Supriyadi yang mengawaki pesawat TT 5004 bersama Lettu Pnb Andika. Kemudian, TT 5001 dipiloti oleh Kapten Pnb Bayu Anugrah dan Lettu pnb Yerick.

Selanjutnya, pesawat TT 5015 dipiloti Lettu Pnb Agung, TT 5010 dipiloti Letkol Pnb Reza dan Lettu Pnb Cristiyanto, serta, pesawat TT 5012 Lettu Pnb Kustaman bersama Lettu Pnb Yuantifia.

‘’Untuk latihan Flypass sendiri sudah dilaksanakan di area latihan Lanud Iswahjudi dan dilaksanakan secara rutin hingga mendekati hari ini lebih intensif,’’ tutur Hendra pada pemberangkatan T-50i Golden Eagle menuju Halim Perdana Kusuma, Minggu (12/8).

Pada Move kali ini Skadron Udara 15 memberangkatkan personelnya sebanyak 74 orang. Termasuk di dalamnya crew dan ground crew. Menurut rencana, burung besi Skadron Udara 15 ini akan kembali ke pangkalan di Lanud Iswahjudi pada 18 Agustus 2018. ‘’Atau, usai perayaan HUT RI ke 73 di Jakarta,’’ imbuhnya. (madiuntoday)