OLEH : MUHAMMAD DIAN KURNIAWAN DUTA JAWA TENGAH 2008
Untuk menjadi seorang PASKIBRAKA ada banyak hal yang harus dilalui dan dipersiapkan. Mulai dari seleksi sekolah hingga provinsi serta kesiapan pribadi yang berupa fisik, mental, dan akademis sebagai seorang calon PASKIBRAKA. Berikut uraian singkat tentang perjalanan menjadi seorang PASKIBRAKA.
A) HAL YANG HARUS DIPERSIAPKAN 1) Fisik : - latihan lari dalam waktu 12 menit 2) Mental : - pengarahan dari Pamong Pembina - pengarahan dari senior PASKIBRAKA 2007 3) Akademis : - mengikuti pelajaran sekolah sebaik-baiknya 4) Lain-lain : - latihan PBB - mempelajari pengetahuan sejarah umum Indonesia
Walter Elias Disney dilahirkan di Chicago pada tanggal 5 Desember 1901. Ibunya Flora Call, adalah seorang wanita Jerman. Sedangkan ayahnya Elias Disney, adalah seorang keturunan Irlandia. Kehidupan keluarga Disney berpindah dari satu kota ke kota lain, karena Elias Disney, yang sebenarnya terpesona oleh dunia bisnis, tidak mempunyai kesesuaian diri dengan dunia itu dan seringkali mengalami kegagalan finansial.
Hari-hari ini sedang ramai2nya pertandingan sepakbola dari seri terakhir liga Italia sampai menjelang final Piala Champion. Seheboh-hebohnya para cowok menunggunya, tetap saja adinda tercinta saya melirik pun tidak. Padahal kan asyik someday jika dah menjadi istri, malam-malam sang suami nonton bola sang istri menemani dengan hidangan kacang rebusnya.. (maap2 menyimpang topic). Okey apa sih yang menarik dari sepak bola ? kalau anda bilang taruhan dan dag dig dugnya , I'll say .. ke laut aja loee...
Sederhana saja tak kenal maka tak sayang. Nah apa sih yang anda nikmati sebenarnya dari pertandingan bola ? jawabannya bisa macam-macam bergantung isi kepala orang. Bagi saya kalau anda mau menikmati pertandingan bola, maka harus tahu apa yang dinikmati, inilah seni dan appresiasi, jika anda mengerti anda dapat membandingkan dengan rekaman2 pertandingan laen. Barulah anda mengerti betapa briliant-nya si Ronaldinho menggocek bola, atau betapa briliant-nya si Mourinho mengatur formasi Chelsea dengan tangan dinginnya.
Cara hidup pemimpin Jepang sangat sederhana dibanding dengan rekan-rekan di Barat. Rasanya mereka memandang rendah kemewahan. Suatu barang harus ada fungsinya.
Pernah orang Jepang dijuluki les marchands des transistors (pedagang transistor) oleh de Gaulle. Namun sekarang mereka bukan hanya juara dunia dalam hi-fi, tetapi juga dalam microprocessor, mobil, bioindustri dan lain-lain.
Dalam sepuluh tahun terakhir produksi Jepang meningkat dua kali lebih cepat daripada Amerika Serikat. Apa rahasianya?
Dilema penjurusan memang jadi beban pikiran yang sedang dihadapi oleh siswa-siswa kelas X saat ini. Banyak keresahan yang saat ini sedang mereka rasakan. Keputusan akan jurusan yang mereka pilih, ibarat jalan utama untuk menuju masa depan mereka.
Banyak jalan yang ditempuh untuk dapat masuk ke jurusan yang jadi target mereka. Misalnya, ada yang belajar sekeras-kerasnya pada pelajaran-pelajaran yang menjadi bidang di salah satu jurusan, namun justru mengesampingkan pelajaran yang tidak mereka minati. Tentu saja ini merupakan siasat yang salah walaupun pada pelajaran yang diminati mereka dapat lolos, namun apabila pada pelajaran lainnya tidak, mereka mungkin saja tidak naik kelas.Write Comment (0 comments)
Porsitara atau yang kalau dipanjangkan jadi Pekan Olahraga Siswa Taruna Nusantara adalah tempat atau ajang di mana siswa-siswi TN mengekspresikan kecintaan dan bakatnya terhadap olahraga.
Ajang ini diadakan tiap tahun, tepatnya pada akhir tahun pelajaran. Dan yang berhak mengikutinya hanya kelas X dan XI, secara kelas XII sudah tidak memungkinkan karena sedang mengadakan cuti panjang. Sekedar informasi, tahun lalu yang menjuarai porsitara adalah kelas XI IA 8 dengan menjuarai cabang bola voli putra, tenis meja, dan atletik. Namun karena pada tahun ini tidak ada kelas XI IA 8, maka kelas tersebut tidak mungkin mempertahankan juaranya.
Sengaja saya luangkan waktu untuk bisa menikmati rangkaian acara peringatan HUT RI ke 61 di Magelang bersama siswa TN. 16 Agt jam 13.30 saya berangkat dari Jakarta dan tiba di Kampus TN jam 16.30. Langsung saya melihat persiapan acara renungan di balairung dan latihan marching band di lap. sepakbola. Renungan dilaksanakan jam 19.00, namun karena masih capek saya baru datang jam 19.10 dan acara sudah dimulai, saat itu sedang ditampilkan drama kemerdekaan hanya dg penerangan lilin, dilanjutkan dg pesan2 dari Bp. Kep-sek.
Acara yg ditunggu adalah makan bersama seluruh siswa TN dan Pamong. Saya duduk di kelompoknya Pak. Widi bersama seorang pamong lain, seorang siswa kl XII dan 10 siswa kl X. Dihadapan saya ada tumpeng dg telor, opor ayam, ikan asin dan tahu bacem kira2 untuk 20 porsi dewasa. Setelah berdoa tumpeng ludes dan kurang. Lalu ditambah dg sisa tumpeng dari grup lain. Ternyata siswa kl X porsi makannya sdh seperti abang2nya gaya "burhan tanjung" alias buruh pelabuhan tanjung priok & yang bikin ketawa adalah celotehan mereka lucu & segar. Selesai acara, balairung langsung bersih rapi, sesuatu yg jarang kita temui pada saat mereka masih di rumah.17 Agt, jam 05.30 saya sdh nongkrong di depan MM, melihat persiapan mereka, anggota marching band harus bersiap lebih pagi, mereka harus sarapan jam 05.00, sedang siswa lain jam 06.00. Jam 07.00 pasukan mulai memasuki lapangan upacara di lapangan bola. Dimulai dg marching band, lalu barisan pamong, siswa kl X dg baju putih abu2, memang masih kurus & culun, namun wajah mereka kelihatan segar dan dilanjutkan abang2nya dg pakaian birunya. Mereka semua berjalan dg gagah. Upacara berjalan lancar seperti upacara serupa di istana merdeka, lalu dilanjutkan dg display marching band yang enak ditonton.
Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah
universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan
pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan
semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.
"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan
menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip
kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa
berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."
Apa yang membedakan seorang manajer yang memiliki
karakter "pemimpin" dengan manajer "biasa" walaupun ia telah mengikuti
berbagai macam pelatihan kepemimpinan yang sangat keras? Mengapa ada
pemimpin yang seperti ditakdirkan sebagai orang besar, sedangkan ada
pemimpin lainnya disalahkan atau menyalahkan diri karena memimpin
secara biasa-biasa saja. Jika menurut anda perbedaan tersebut hanya
terletak pada "keberuntungan" atau "kesempatan" , pendapat anda tidak
sepenuhnya benar. Hanya sebagian kecil dari pemimpin sukses mencapai
keberhasilan besar melalui keberuntungan dan kesempatan.
Berdasarkan suatu data statistik, banyak pemimpin
besar meraih keberhasilan dalam pekerjaan dan kehidupannya melalui
seperangkat hukum kepemimpinan yang mendetail dan merupakan
prinsip-prinsip yang telah diujicobakan. Sedangkan manajer "biasa",
tanpa mengecilkan usaha mereka dalam menjalankan sistem kepemimpinan
lain yang cukup beragam, pada kenyataannya tidak mempunyai banyak
kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin sejati.
Dulu, ketika ada orang yang bercerita bahwa hampir semua pemimpin duduk
kesepian di puncak piramida, saya agak kurang percaya. Pasalnya, secara
kasat mata kelihatan, setiap pemimpin dikelilingi oleh banyak sekali
pengikut. Dimana-mana muncul diikuti oleh banyak orang.
Sekian tahun setelah menjadi konsultan banyak pemimpin perusahaan, dan
juga merasakan sendiri bagaimana kesepiannya saya di puncak piramida
sebuah perusahaan swasta, terasa sekali kebenaran pernyataan di atas.
Ada banyak sekali hal yang hilang begitu duduk di atas. Tawa ria yang
bebas, hubungan tanpa jarak, manusia-manusia tulus yang datang tanpa
kepentingan, kebebasan dari politik perkantoran yang busuk, hidup
dengan stress ringan, hanyalah sebagian kecil saja dari kemewahan hidup
yang hilang.
Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil
balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak
final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap
mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri,sebab memang
begitulah peraturannya.
Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk
dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah
yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu
untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu
menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya,
tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan
lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan
tangannya sendiri.