Anugerah Hukum Indonesia

SMA Taruna Nusantara baru baru ini mendapatkan Anugerah Hukum Indonesia dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI bapak ANDI MATTALATTA, pada tanggal 4 April 2008 di Jakarta. Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi SMA Taruna Nusantara.

Menunjuk surat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI nomor PHN.1-HN.03.04-35 tanggal 27 Maret 2008 tentang Pemberian Anugerah Hukum yang diberikan kepada :

ANUGERAH HUKUM INDONESIA

DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA


Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dengan ini memberikan Anugerah Hukum Indonesia kepada :


SMA TARUNA NUSANTARA MAGELANG

( JAWA TENGAH )


"Sebagai sekolah berprestasi dan tertib hukum yang turut menjadi teladan dalam peningkatan hukum dan kesadaran hukum masyarakat, sehingga layak untuk mendapatkan Anugerah Hukum Indonesia tahun 2008 yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional"


 

JAKARTA, 4 APRIL 2008
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RI
ANDI MATTALATTA 

Tyas Kokasih meraih Perunggu APhO 9

Putra-putri Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di forum Internasional. Dalam Olimpiade Fisika Asia ke 9 di Mongolia 20 – 28 April 2008, Tim Olimpiade Fisika Indonesia mempersembahkan 3 medali emas, 1 medali perak, 1 medali perunggu dan 4 Honorable Mention.

Medali emas direbut atas nama Adam Badra Cahaya dari SMAN 1 Jember dengan nilai 41,3 dari maksimum 50 point, Rudy Handoko Tanin dari SMA Sutomo 1 Medan dengan nilai 38,1 dan Kevin Winata dari SMAK 1 Penabur Jakarta dengan nilai 37 point. Sedangkan medali perak diraih Thomas Budi Nugraha dari SMAN 78 Jakarta dengan nilai 32,7 point dan medali perunggu diraih Tyas Kokasih dari SMA Taruna Nusantara Magelang dengan nilai 28 point.

Dilema Penjurusan Kelas X

             Dilema penjurusan memang jadi beban pikiran yang sedang dihadapi oleh siswa-siswa kelas X saat ini. Banyak keresahan yang saat ini sedang mereka rasakan. Keputusan akan jurusan yang mereka pilih, ibarat jalan utama untuk menuju masa depan mereka.

            Banyak jalan yang ditempuh untuk dapat masuk ke jurusan yang jadi target mereka. Misalnya, ada yang belajar sekeras-kerasnya pada pelajaran-pelajaran yang menjadi bidang di salah satu jurusan, namun justru mengesampingkan pelajaran yang tidak mereka minati. Tentu saja ini merupakan siasat yang salah walaupun pada pelajaran yang diminati mereka dapat lolos, namun apabila pada pelajaran lainnya tidak, mereka mungkin saja tidak naik kelas.

Persiapan Olimpiade Sains Provinsi

Seperti tahun-tahun sebelumnya, SMA TN mengirimkan beberapa siswa untuk berlaga dalam ajang OSK (Olimpiade Sains Kabupaten) yang diselenggarakan tanggal 10 April 2008 oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang. Kampus SMA TN mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah dalam ajang bergengsi ini.

Bukan hal yang mencegangkan apabila SMA TN meraup peringkat 5 besar dalam setiap mata pelajaran yang diujikan dalam OSK mengingat kualitas siswa SMA TN yang terkenal baik, juga tak luput dari pembinaan para pamong.
 
OSK bisa diandalkan sebagai tangga pertama dalam perjalanan siswa. Mencapai lantai atas. Tangga kedua yang harus ditapaki oleh siswa tang lolos OSK adalah Olimpiade Sains Propinsi (OSP) yang direncanakan akan diselenggarakan di Semarang pada tanggal 2  7 Juni 2008. Karantina dan pembinaan pamong kepada siswa-siswi yang terpilih pun mulai diaktifkan. “Karantina akan dilakukan minggu kedua bulan Mei,” ungkap kasie IIIB, Amar Kusuma di sela-sela rapat bulan OSIS.

Persiapan Porsitara

Porsitara atau yang kalau dipanjangkan jadi Pekan Olahraga Siswa Taruna Nusantara adalah tempat atau ajang di mana siswa-siswi TN mengekspresikan kecintaan dan bakatnya terhadap olahraga.

Ajang ini diadakan tiap tahun, tepatnya pada akhir tahun pelajaran. Dan yang berhak mengikutinya hanya kelas X dan XI, secara kelas XII sudah tidak memungkinkan karena sedang mengadakan cuti panjang. Sekedar informasi, tahun lalu yang menjuarai porsitara adalah kelas XI IA 8 dengan menjuarai cabang bola voli putra, tenis meja, dan atletik. Namun karena pada tahun ini tidak ada kelas XI IA 8, maka kelas tersebut tidak mungkin mempertahankan juaranya.

Apa Kata Pak Wahyono SK. ?

Pak Wahyono SK.? Siapa dia? Mungkin pertanyaan ini yang ada di benak para pembaca Prasasti saat membaca judul dari artikel ini. Anda perlu tahu, bahwa Pak Wahyono SK. adalah salah satu pencetus dari berdirinya SMA Taruna Nusantara ini. Beliau pulalah yang ikut merumuskan Tri Prasetya Siswa yang saat ini menjadi pegangan bagi siswa-siswi SMA Taruna Nusantara.

Beliau mengatakan bahwa Tri Prasetya Siswa merupakan sesuatu yang dirumuskan secara hati-hati dan dilakukan oleh para ahli. Wah…pastinya merupakan sesuatu yang istimewa tentunya.

Memang betul Tri Prasetya Siswa merupakan sesuatu yang sakral bagi seluruh siswa SMA Taruna Nusantara. Layaknya sebuah Pembukaan Undang-Undang Dasar, apabila ada pengubahan pada isinya, tentu hal itu akan mengubah seluruh watak, sikap dan perilaku para siswa SMA Taruna Nusantara yang menjadikan Tri Prasetya Siswa sebagai denyut nadinya.