Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional IV 2005

Peserta PIRN, Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional IV LIPI dari SMA TN:

1. Rudi Mahendra III IPA 3

2. Ach. Ferdiansyah III IPA 7

3. Dina Kharismawati III IPA 1

Pelaksanaan PIRN 2005 dipusatkan di Kebun Raya Cibodas , Jawa Barat
dari tanggal 19 – 23 September 2005. PIRN IV 2005 diikuti oleh 22
propinsi yang terdiri dari 123 siswa.

Siswa Rudi Mahendra mengambil bidang IPTEK, Ach. Ferdiansyah bidang IPA
Flora
dan Dina Kharismawati bidang IPSK.
Tujuan pelaksanaan PIR adalah untuk membina generasi muda/remaja dalam
pelaksanaan penelitian secara metodologis dan diarahkan untuk
menanamkan sikap dan perilaku scientific minded, scientific curiosity dan
scientific approach.

Dalam PIRN siswa dibentuk kelompok masing-masing bidang dan terdiri
dari berbagai daerah. Hasil dari PIRN mendapatkan penghargaan sebagai
peneliti remaja terbaik, siswa Rudi Mahendra mendapat penghargaan untuk
bidang IPTEK.


Drs. Kuncoro PR

Pembina KIR SMA TN

Catatan TOFI dari Salamanca

Setelah berjuang selama lima hari penuh, Tim Olimpiade Fisika Indonesia akhirnya berhasil meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu dalam Olimpiade Fisika Internasional (OFI) ke-36 yang berlangsung pada tanggal 3-12 Juli 2005 di Salamanca, Spanyol. Berikut ini catatan Yohannes Surya, pembina TOFI dan pemimpin TOFI 2005 dari Salamanca, Spanyol.

OFI adalah pertandingan fisika antarpelajar terbaik seluruh dunia. Tahun ini, 340 peserta dari 77 negara berpartisipasi dalam pertandingan fisika yang sangat bergengsi ini dan merupakan olimpiade terbesar yang pernah diselenggarakan. Dari sekian banyak pesaing itu, Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) berhasil meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu. Mereka yang berhasil menyumbangkan medali emas bagi Indonesia itu adalah Andika Putra (SMA Sutomo 1 Medan, meraih 48,3 poin dari maksimum 50 poin) dan Ali Sucipto (SMA Xaverius 1 Palembang meraih 46,8 poin). Sedangkan medali perunggu masing-masing disumbangkan oleh Purnawirman (SMAN 1 Pekanbaru, meraih 40,1 poin), Ario Prabowo (SMA Taruna Nusantara Magelang, meraih 33,4 poin), dan Michael Ardian (SMA Regina Pacis Bogor, meraih 33,2 poin).

MENHAN TATAP MUKA DENGAN ALUMNI SMA TARUNA NUSANTARA

Sabtu, 18 Juni 2005
MENHAN TATAP MUKA DENGAN ALUMNI SMU TARUNA NUSANTARA


Menteri
Pertahanan RI Juwono Sudarsono, Selasa (14/6) di Departemen Pertahanan
Jl Medan Merdeka Barat 13-14 Jakarta Pusat mengadakan tatap muka dengan
20 orang anggota Ikatan Alumni SMU Taruna Nusantara (Ikastara yang
dipimpin oleh Ketuanya Ir. Takwa Fuadi. Ikastara tersebut terdiri dari
alumnus angkatan pertama hingga terakhir. Acara tatap muka diisi dengan
pengarahan Menteri Pertahanan dan tanya jawab.

Menteri Pertahanan mengatakan, mandat Departemen Pertahanan
seperti dalam UU No. 3 Tahun 2002 adalah mengelola Departemen
Pertahanan dari segi militer dan non militer. Artinya, Dephan tidak
hanya mengurusi TNI baik Angkatan Darat, Laut maupun Udara, tapi juga
diberi mandat oleh Undang-Undang untuk memikirkan pertahanan dalam arti
luas termasuk pertahanan Sumber Daya Nasional yang terdiri dari Sumber
Daya Alam, Sumber Daya Manusia, dan Sumber Daya Buatan. Sedangkan
Ikastara termasuk didalamnya yaitu bidang knowledge and skill
(pengetahuan dan keahlian) yang merupakan brain power (kekuatan otak).

Lebih lanjut Menhan menjelaskan, defence of human resources skill
(pertahanan Sumber Daya Manusia), defence of scientific technology
(pertahanan teknologi dan ilmu pengetahuan), defence of competitiveness
(pertahanan dalam era persaingan bebas), defence of resources/natural
and menmade resources (pertahanan Sumber Daya Alam dan Buatan) adalah
bagian dari tekad Departemen Pertahanan untuk mengembangkan pertahanan
yang tangguh.

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dalam tanya jawabnya dengan
para alumnus memberikan beberapa kesimpulan, diantaranya; harus ada
rekonstruksi manajemen pengelolaan SMU Taman Taruna Nusantara dan
menyesuaikan dengan perkembangan politik, ekonomi dan budaya.
Selanjutnya secara terukur menyusun kembali kemampuan Dephan. Untuk
memberikan sumbang subsidi berdasarkan anggaran Dephan untuk memenuhi
target agar subsidi dapat membantu sebanyak mungkin calon siswa dari
kalangan yang kurang mampu, serta mengelola sumbangan pendidikan dari
orang tua yang mampu sehingga ikut mendampingi subsidi dari Dephan.

“Departemen Pertahanan juga akan berusaha menghubungi lembaga-lembaga
asing yang berminat membantu terutama dalam memberikan bea siswa untuk
pendidikan pasca sarjana bagi para lulusan SMU Taman Taruna Nusantara,”
ujarnya.

Pada tatap muka tersebut, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono
didampingi Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Irjen Dephan
Purwadi S.IP, Dirjen Pothan Dephan Laksda TNI Ir. Darmawan, Karo Humas
Setjen Dephan Marsma TNI Abdul Azis Manaf SE, Karo TU Setjen Dephan
Brigjen TNI Basrowi Chozin SH, dan Staf khusus bidang Ekonomi Adnan
Ganto. Acara tatap muka tersebut juga dihadiri Ketua Yayasan Lembaga
Perguruan Taman Taruna Nusantara Bahrur Ulum dan Ketua Yayasan
Kejuangan Panglima Besar Sudirman Bambang Murgiyanto M.Sc.



Demikian siaran berita Biro Hubungan Masyarakat Setjen Dephan RI.

Indonesia Raih Empat Emas Olimpiade Fisika Asia

Tim Indonesia berhasil merebut empat medali emas, satu perak, dan dua perunggu dalam Olimpiade Fisika Asia Ke-6 yang berakhir kemarin di Pekanbaru.

PEKANBARU – Tim Indonesia berhasil merebut empat medali emas, satu perak, dan dua perunggu dalam Olimpiade Fisika Asia Ke-6 yang berakhir kemarin di Pekanbaru. Secara umum, Indonesia menduduki urutan kedua setelah Cina.

Empat emas diraih Andhika Putra (SMA Sutamo 1 Medan), Ali Sucipto T. (SMA Xaverius 1 Palembang), Machel Adrian (SMA Regina Pacis Bogor), dan Purnawirman (SMAN 1 Pekanbaru). Perak oleh Yongki Utama (SMA Dian Harapan Banten). Perunggu dari Ariyo Prabowo (SMA Taruna Nusantara Magelang) dan Thomas Alfa Edison (SMAN 3 Bandung). Indonesia juga mendapat honorable mention atas nama Chales Bernando dari tim Indonesia A. Syaifullah dan Prasetya Dwi W. dari tim Indonesia B berhasil memperoleh nilai setara honorable mention.

Presiden Akan Lantik Perwira TNI dan Polri

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan melantik 797 perwira TNI dan Polri di Akademi Militer, Magelang, Kamis (16/12) pagi ini. Sejak tahun 1984 pelantikan perwira baru TNI dan Polri dilakukan di Istana Negara. Mulai tahun 2004 dan seterusnya, pelantikan perwira baru TNI dan Polri akan dilakukan secara bergilir di markas akademi angkatan dan kepolisian.

Rencana pelantikan perwira baru TNI dan Polri oleh Presiden ini disampaikan Komandan Jenderal Akademi TNI, Laksamana Muda TNI Heru Srijanto dalam konferensi pers di gedung Soeroto, Kompleks Akademi Militer, Magelang, Selasa (14/12). Konferensi pers ini juga dihadiri Gubernur Akmil Mayjen TNI Yunus P, Gubernur AAU Marsekal Muda TNI Murjono, Gubernur AAL Mayjen Mar TNI Nono Sampono dan Gubernur Akpol Irjen Pol Basir Ashar Barmawi.

Menurut Danjen Akademi TNI, ada tiga pertimbangan mengapa pelantikan perwira baru TNI dan Polri kali ini dilakasakan di Akmil Magelang. Pertama, lapangan Monas saat ini sudah diberi pagar sehingga tidak bisa digunakan sebagai lapangan parkir pada upacara pelantikan di Istana Negara. Kedua, adanya pembangunan jalan untuk bus way di sekitar Istana Negara sehingga kalau pelantikan perwira baru TNI dan Polri tetap digelar di Istana Negara akan menimbulkan kemacetan lalulintas di sekitar istana. Ketiga, mengembalikan sejarah pelantikan perwira baru TNI dan Polri secara bergilir di masing-masing akademi.