Tyas Kokasih meraih Perunggu APhO 9

Putra-putri Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di forum Internasional. Dalam Olimpiade Fisika Asia ke 9 di Mongolia 20 – 28 April 2008, Tim Olimpiade Fisika Indonesia mempersembahkan 3 medali emas, 1 medali perak, 1 medali perunggu dan 4 Honorable Mention.

Medali emas direbut atas nama Adam Badra Cahaya dari SMAN 1 Jember dengan nilai 41,3 dari maksimum 50 point, Rudy Handoko Tanin dari SMA Sutomo 1 Medan dengan nilai 38,1 dan Kevin Winata dari SMAK 1 Penabur Jakarta dengan nilai 37 point. Sedangkan medali perak diraih Thomas Budi Nugraha dari SMAN 78 Jakarta dengan nilai 32,7 point dan medali perunggu diraih Tyas Kokasih dari SMA Taruna Nusantara Magelang dengan nilai 28 point.

JOY SAILING SMA TARUNA NUSANTARA

taruna%20nusantara

 
Komandan KRI Tanjung Nusanive-973 Letkol Laut (P) Ferial Fachroni tengah memberikan penjelasan kepada para Siswa SMA Taruna Nusantara Magelang, dalam kunjungan ke kapal tersebut baru-baru ini. Sebanyak 316 Siswa Taruna Nusantara kelas 11 angkatan 17 didampingi 47 pamong mengadakan kunjungan ke KRI Tanjung Nusanive-973 salah satu unsur di jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) jenis Bantu Angkut Personel (BAP). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka lebih mengenalkan tentang dunia kebaharian dan keangkatanlautan. Pada akhir kunjungan para siswa berkesempatan untuk berlayar (joy sailing) dengan KRI tersebut di sekitar perairan Teluk Jakarta.
 

Anugerah Hukum Indonesia

SMA Taruna Nusantara baru baru ini mendapatkan Anugerah Hukum Indonesia dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI bapak ANDI MATTALATTA, pada tanggal 4 April 2008 di Jakarta. Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi SMA Taruna Nusantara.

Menunjuk surat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI nomor PHN.1-HN.03.04-35 tanggal 27 Maret 2008 tentang Pemberian Anugerah Hukum yang diberikan kepada :

ANUGERAH HUKUM INDONESIA

DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dengan ini memberikan Anugerah Hukum Indonesia kepada :

SMA TARUNA NUSANTARA MAGELANG

( JAWA TENGAH )

"Sebagai sekolah berprestasi dan tertib hukum yang turut menjadi teladan dalam peningkatan hukum dan kesadaran hukum masyarakat, sehingga layak untuk mendapatkan Anugerah Hukum Indonesia tahun 2008 yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional"

 

JAKARTA, 4 APRIL 2008
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RI
ANDI MATTALATTA 

Kunjungan Menteri Luar Negeri ke Magelang dan Yogyakarta

19 Mar 2008 10:10

Kunjungan Menteri Luar Negeri ke Magelang dan Yogyakarta, 24-25 Maret 2008  
                                                   
Menteri Luar Negeri akan mengadakan kunjungan dinas ke Magelang dan Yogyakarta pada 24-25 Maret 2008. Menlu akan memberikan ceramah umum di depan kurang lebih 600 taruna Akademi Militer (AKMIL) dan 900 siswa SMA Taruna Nusantara, Magelang, pada 24 Maret 2008. Menlu dijadwalkan untuk membuka dan menjadi keynote speaker seminar mengenai Timur Tengah yang diselenggarakan oleh UGM pada 25 Maret 2008 di Yogyakarta.

Ceramah ini merupakan ceramah pertama yang dilakukan oleh Menlu di AKMIL dan SMA Taruna Nusantara yang dimaksudkan untuk memberi bekal bagi para taruna AKMIL dan para pelajar SMA Taruna Nusantara mengenai berbagai tantangan dan peluang Indonesia di era globalisasi dengan judul ”Indonesia dalam Perkembangan Global”. Menlu juga dijadwalkan akan menanam pohon di AKMIL sebagai tradisi. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan pelaksanaan politik luar negeri RI kepada para taruna dan pelajar SMA Taruna Nusantara.

Pada  25 Maret 2008, Menlu dijadwalkan untuk membuka dan menjadi keynote speaker seminar mengenai Timur Tengah yang diselenggarakan oleh UGM.  Menlu juga dijadwalkan akan membuka dan meresmikan “Middle Eastern Corner” di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

Middle Eastern Corner merupakan penggabungan beberapa kajian studi Timur Tengah yang selama ini dimiliki oleh UGM. Pusat studi tersebut diharapkan dapat menjadi pusat informasi dan studi mengenai kawasan Timur Tengah dan bertujuan untuk mengembangkan kerja sama dengan negara-negara Timur Tengah.

Deplu selama ini telah menjalin kerja sama pendidikan dengan institusi/perguruan tinggi/ sekolah di dalam dan luar negeri. Hal ini merupakan salah satu langkah pendukung pelaksanaan diplomasi publik Deplu oleh para konstituennya.

Jakarta, 19 Maret 2008