Mr. Djuwari's trip to Australia

Sejak tahun 2006, SMA Taruna Nusantara menjadi rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (rintisan SBI), bersama 99 SMA lainnya di Indonesia. Program dari pemerintah ini mewajibkan sekolah-sekolah yang menjadi rintisan  SBI tersebut untuk mendayagunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam beberapa mata pelajaran yang diberikan.

Salah satu program kegiatan dari SMA TN sebagai rintisan SBI adalah mencari sekolah mitra di luar negeri (Sister School). Dalam rangka mencari sister school di luar negeri ini, pemerintah provinsi Jawa Tengah memfasilitasi sekolah rintisan SBI di Jawa Tengah untuk mencari sister school di Queensland. Kepala Sekolah SMA TN, Brigjend (Purn) Djuwari S beserta beberapa kepala SMA SBI dari Jawa Tengah lainnya terbang menuju negeri kanguru, Australia.

Di benua terkecil ini, tepatnya di negara bagian Queensland, beliau mengadakan studi banding ke beberapa sekolah setingkat SMA atau yang lebih dikenal sebagai High School. Banyak pengalaman yang didapat oleh beliau dari kunjungan selama sepuluh hari tersebut. Bahkan, mungkin saja beberapa di antara pengalaman tersebut akan diterapkan di almamater kita tercinta ini.

Pada acara kunjungan ke Queensland inilah SMA TN mendapat sekolah mitra, yaitu Windaroo Valley High School, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan pembuatan dan penandatanganan MOU antar kedua pihak.

Semoga apa yang didapat beliau dapat berguna bagi sekolah, nusa, dan bangsa. (Prasasti)

Karya Wisata Siswa Angkatan XVII

Kegiatan karyawisata kelas XI yang berlangsung pada tanggal 22 – 26 April 2008 lalu, menyisakan banyak kenangan yang berkesan di hati para siswa Angkatan XVII. Jakarta, Ibukota negara yang menjadi tujuan utama karya wisata kali ini, seakan terasa lebih bermakna. Karena ternyata banyak objek yang menyimpan nilai-nilai inspiratif bagi para siswa dibalik gemerlapnya kota Jakarta.

Rombongan karyawisata yang berangkat pada hari Selasa, 22 April 2008 menggunakan 7 buah bus pariwisata Safari Dharma Raya, 2 buah mobil Panther, serta 1 mobil Patroli Pengawal. Dengan mengusung tema pendidikan dan hiburan, objek-objek yang menjadi tujuan karyawisata kali ini sarat dengan pengetahuan, namun tidak membosankan. Dimulai dari kunjungan ke Dephan, Mabes TNI dan Selapa POLRI.

Olimpiade Sains Propinsi 2008

Seperti tahun-tahun sebelumnya, SMA Taruna Nusantara mengirimkan beberapa siswa untuk berlaga dalam ajang OSK (Olimpiade Sains Kabupaten) yang diselenggarakan tanggal 10 April 2008 oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang. Kampus SMA TN mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah dalam ajang bergengsi ini.

Bukan hal yang mencengangkan apabila SMA Taruna Nusantara meraup peringkat 5 besar dalam setiap mata pelajaran yang diujikan dalam OSK mengingat kualitas siswa SMA TN yang terkenal baik, juga tak luput dari pembinaan para pamong.

 
OSK bisa diandalkan sebagai tangga pertama dalam perjalanan siswa mencapai lantai atas. Tangga kedua yang harus ditapaki oleh siswa yang lolos OSK adalah Olimpiade Sains Propinsi (OSP) yang direncanakan akan diselenggarakan di Semarang pada tanggal 2 – 7 Juni 2008. Karantina dan pembinaan pamong kepada siswa-siswi yang terpilih pun mulai diaktifkan. ”Karantina akan dilakukan minggu kedua bulan Mei" ungkap kasie III B, Amar Kusuma di sela-sela rapat bulan OS1S.
 

Anugerah Hukum Indonesia

SMA Taruna Nusantara baru baru ini mendapatkan Anugerah Hukum Indonesia dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI bapak ANDI MATTALATTA, pada tanggal 4 April 2008 di Jakarta. Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi SMA Taruna Nusantara.

Menunjuk surat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI nomor PHN.1-HN.03.04-35 tanggal 27 Maret 2008 tentang Pemberian Anugerah Hukum yang diberikan kepada :

ANUGERAH HUKUM INDONESIA

DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA


Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dengan ini memberikan Anugerah Hukum Indonesia kepada :


SMA TARUNA NUSANTARA MAGELANG

( JAWA TENGAH )


"Sebagai sekolah berprestasi dan tertib hukum yang turut menjadi teladan dalam peningkatan hukum dan kesadaran hukum masyarakat, sehingga layak untuk mendapatkan Anugerah Hukum Indonesia tahun 2008 yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional"


 

JAKARTA, 4 APRIL 2008
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RI
ANDI MATTALATTA 

Tyas Kokasih meraih Perunggu APhO 9

Putra-putri Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di forum Internasional. Dalam Olimpiade Fisika Asia ke 9 di Mongolia 20 – 28 April 2008, Tim Olimpiade Fisika Indonesia mempersembahkan 3 medali emas, 1 medali perak, 1 medali perunggu dan 4 Honorable Mention.

Medali emas direbut atas nama Adam Badra Cahaya dari SMAN 1 Jember dengan nilai 41,3 dari maksimum 50 point, Rudy Handoko Tanin dari SMA Sutomo 1 Medan dengan nilai 38,1 dan Kevin Winata dari SMAK 1 Penabur Jakarta dengan nilai 37 point. Sedangkan medali perak diraih Thomas Budi Nugraha dari SMAN 78 Jakarta dengan nilai 32,7 point dan medali perunggu diraih Tyas Kokasih dari SMA Taruna Nusantara Magelang dengan nilai 28 point.

Dilema Penjurusan Kelas X

             Dilema penjurusan memang jadi beban pikiran yang sedang dihadapi oleh siswa-siswa kelas X saat ini. Banyak keresahan yang saat ini sedang mereka rasakan. Keputusan akan jurusan yang mereka pilih, ibarat jalan utama untuk menuju masa depan mereka.

            Banyak jalan yang ditempuh untuk dapat masuk ke jurusan yang jadi target mereka. Misalnya, ada yang belajar sekeras-kerasnya pada pelajaran-pelajaran yang menjadi bidang di salah satu jurusan, namun justru mengesampingkan pelajaran yang tidak mereka minati. Tentu saja ini merupakan siasat yang salah walaupun pada pelajaran yang diminati mereka dapat lolos, namun apabila pada pelajaran lainnya tidak, mereka mungkin saja tidak naik kelas.