Kunjungan Siswa-Siswi SMA TN Angk-XV ke ITB

Pada Rabu, 20 Desember 2006 ITB dikunjungi oleh siswa–siswi kelas XII dari SMA Taruna Nusantara (TN) dalam rangkaian acara Karya Wisata Siswa Angkatan XV SMA TN. Acara ini diikuti oleh 350 orang terdiri atas: siswa kelas XII Angkatan XV, pengurus sekolah, pamong pengajar pengasuh, pamong, dan beberapa orang tua siswa yang tergabung dalam komite sekolah.

Rombongan yang baru saja mengunjungi PT. PINDAD dan PTDI, disambut hangat oleh Dr. Nanang T. Puspito selaku wakil dari pimpinan ITB di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga). Beliau memaparkan sejarah dan kondisi umum ITB sebagai BHMN sekaligus menuju institut berbasis riset yang siap membentuk sarjana–sarjana berkualitas.

Untuk, memberi gambaran umum pendidikan di ITB Pak Nanang yang berasal dari Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral (FIKTM), juga memperkenalkan fakultas tersebut dalam bentuk film dokumenter ringan. Acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara siswa SMA TN dan pihak ITB.

Selanjutnya, rombonan dibagi menjadi dua, untuk bergantian menyaksikan pemutaran film "The Season" di teater kubah dan "Wisata Ilmiah" mengenai konsep–konsep ilmiah sederhana. Siswa dan siswi, baik dari Ilmu Alam (IA) dan Ilmu Sosial (IS) tampak antusias dengan acara ini. Terlebih, mereka mendapat kesempatan bertemu dengan alumni SMA TN di ITB yang bertugas sebagai pendamping.

Kunjungan ke ITB merupakan rangkaian acara tahunan karya wisata siswa kelas XII yang mengunjungi berbagai tempat di Jakarta dan Bandung sehingga dapat meningkatkan wawasan kepemimpinan dan ilmu pengetahuan siswa SMA TN.

SMA Taruna Nusantara adalah sekolah swasta nasional yang terdiri atas siswa–siswi dari berbagai pelosok tanah air. Di sini, mereka dididik, dilatih, dan diasuh untuk memiliki dasar–dasar kepemimpinan yang penting untuk membangun ibu pertiwi.

News

Mulai bulan Nopember 2006 sampai dengan Maret 2007 SMA TN ditunjuk untuk menjadi peserta lomba perbaikan lingkungan hidup untuk tingkat satuan pendidikan seluruh Jawa – Bali.
 
Penyelenggara lomba adalah Toyota dan Yayasan KIRAI Indonesia
Thema : Toyota Eco Youth Program 2006/2007
Materi :

  1. Penghijauan
  2. Pengolahan Limbah
  3. Penghematan Energi

Gambaran Umum

  1. Peserta : 15 SMA dan SMK Se Jawa Bali
  2. Tempat Lomba : masing-masing sekolah
  3. Kriteria : 1. Peran serta warga sekolah dan lingkungan, 2. Teknologi, 3. Sosial

Pelaksana

  1.   Tim Inti : tim KIR kelas X dan XI
  2.   Umum : semua warga SMA TN

Pesan
         Mohon dukungan semua sivitas SMA Taruna Nusantara untuk mensosialisaikan dan mensukseskan program ini. Jika ada Saran/masukan untuk kesuksesan program ini
harap menghubungi pembina KIR SMA TN.
   
CP
  Bp. DRS. Kuncoro PR ( 0293) 365782 / 081346459401
  e-mail : kuncoropr@yahoo.co.id / keywordpr@yahoo.com ,
  admin@taruna-nusantara-mgl.sch.id
   
Thanks for your atention
Drs. Kuncoro PR

Toyota Eco Youth Program 2006/2007

Mulai bulan Nopember 2006 sampai dengan Maret 2007 SMA TN ditunjuk untuk menjadi peserta lomba perbaikan lingkungan hidup untuk tingkat satuan pendidikan seluruh Jawa – Bali.
 
Penyelenggara lomba adalah Toyota dan Yayasan KIRAI Indonesia
Thema : Toyota Eco Youth Program 2006/2007
Materi :

  1. Penghijauan
  2. Pengolahan Limbah
  3. Penghematan Energi

Gambaran Umum

  1. Peserta : 15 SMA dan SMK Se Jawa Bali
  2. Tempat Lomba : masing-masing sekolah
  3. Kriteria : 1. Peran serta warga sekolah dan lingkungan, 2. Teknologi, 3. Sosial

Pelaksana

  1.   Tim Inti : tim KIR kelas X dan XI
  2.   Umum : semua warga SMA TN

Pesan
         Mohon dukungan semua sivitas SMA Taruna Nusantara untuk mensosialisaikan dan mensukseskan program ini. Jika ada Saran/masukan untuk kesuksesan program ini
harap menghubungi pembina KIR SMA TN.
   
CP
  Bp. DRS. Kuncoro PR ( 0293) 365782 / 081346459401
  e-mail : kuncoropr@yahoo.co.id / keywordpr@yahoo.com ,
  admin@taruna-nusantara-mgl.sch.id
   
Thanks for your atention
Drs. Kuncoro PR

Lomba MSI III 2007

Image

Dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-62
dan HUT SMATN ke-17, kami menyelenggarakan:
LOMBA MSI
(MATEMATIKA-SAINS-INGGRIS)
SMP SE-JAWA BALl
Berhadiah Total Rp 15.000.000,-

MATERI

• Menguasai materi Matematika, Sains (Fisika, Kimia Biologi) dan Bahasa Inggris

WAKTU & TEMPAT PELAKSANAAN

• Minggu, 5 Agustus 2007

Di Kampus SMA TARUNA NUSANTARA, Magelang, Jawa Tengah

PERSYARATAN PESERTA

• Siswa SMP daerah Jawa atau Bali atau sederajat
• Berminat melanjutkan studi ke SMA TN

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? (Kisah Nyata)

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah
universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan
pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan
semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.
"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan
menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip
kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa
berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

The 10 Laws of Leadership

SEPULUH HUKUM KEPEMIMPINAN

    Apa yang membedakan seorang manajer yang memiliki
karakter "pemimpin" dengan manajer "biasa" walaupun ia telah mengikuti
berbagai macam pelatihan kepemimpinan yang sangat keras? Mengapa ada
pemimpin yang seperti ditakdirkan sebagai orang besar, sedangkan ada
pemimpin lainnya disalahkan atau menyalahkan diri karena memimpin
secara biasa-biasa saja. Jika menurut anda perbedaan tersebut hanya
terletak pada "keberuntungan" atau "kesempatan" , pendapat anda tidak
sepenuhnya benar. Hanya sebagian kecil dari pemimpin sukses mencapai
keberhasilan besar melalui keberuntungan dan kesempatan.

    Berdasarkan suatu data statistik, banyak pemimpin
besar meraih keberhasilan dalam pekerjaan dan kehidupannya melalui
seperangkat hukum kepemimpinan yang mendetail dan merupakan
prinsip-prinsip yang telah diujicobakan. Sedangkan manajer "biasa",
tanpa mengecilkan usaha mereka dalam menjalankan sistem kepemimpinan
lain yang cukup beragam, pada kenyataannya tidak mempunyai banyak
kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin sejati.