Kenaikan pangkat 1 tingkat lebih tinggi dari Alumni TN 1 Kepolisian, menjadi Komisaris Besar Polisi!

Kabar membanggakan diawal tahun 2018, kenaikan pangkat 1 tingkat lebih tinggi dari Alumni TN 1 Kepolisian, menjadi Komisaris Besar Polisi! Selamat untuk para Alumni :
– Komisaris Besar Polisi Budhi Herdi Susianto
– Komisaris Besar Polisi John Weynart Hutagalung
– Komisaris Besar Polisi Hando Wibowo
– Komisaris Besar Polisi I Ketut Budi Hendrawan
– Komisaris Besar Polisi Arief Adiharsa
– Komisaris Besar Polisi Jeremias Rontini
– Komisaris Besar Polisi Dani Hamdani
– Komisaris Besar Polisi Erwin Kurniawan

Kami doakan gerbong kedatangan KomBesPol dan Kolonel Alumni TN 1 berikutnya akan segera tiba, amin!

Terima kasih utk seluruh Prestasi dan Karya bagi Negeri, karena bocah Pirikan dipersembahkan bagi Bangsa, Negara INDONESIA dan Dunia

Semoga tetap amanah dan semakin sukses. Doa kami dan seluruh Bangsa akan selalu menyertai seluruh patriot NKRI! POLRI yang Profesional, Modern dan Terpercaya! KitaSatoe karena kita TN1!

‘Semoga Tuhan memberkati sumpah dan janjimu’

#TN1brotherhood #bocahPirikan #PolisiPromoter #CreditArungPadangTritiya

Kombes Hengki Haryadi (TN 1) Bertekad Hapus Stigma ‘Kampung Narkoba’ di Jakbar

Kombes Hengki Bertekad Hapus Stigma Kampung Narkoba di Jakbar
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta – Stigma ‘kampung narkoba’ seakan melekat di wilayah Jakarta Barat. Bagaimana tidak, beberapa permukiman penduduk hingga tempat hiburan malam di Jakarta Barat menjadi ‘sarang’ narkotika.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi pun bertekad untuk menghapus stigma itu dengan gencar melakukan operasi khusus narkotika.

“Tekad dari Polres Jakarta Barat, kami sudah sepakat dengan Bapak Wali Kota, Forkominda, untuk Jakarta Barat harus kita berantas narkoba dan tidak ada lagi istilah kampung narkoba,” tegas Hengki kepada wartawan di Mapolres Jakarta Barat, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (4/1/2018).

Beberapa tempat di Jakarta Barat dikenal dengan ‘kampung narkoba’ seperti Kampung Boncos dan Kampung Ambon, karena maraknya peredaran narkotika di tempat tersebut. Belum lagi di tempat-tempat hiburan malam.

“Dari hasil penangkapan, contohnya Boncos sudah jadi korbannya termasuk tempat di daerah lain, termasuk tempat hiburan malam itu kita pantau semua yang potensial terjadinya peredaran narkoba kita pantau semua,” lanjutnya.

Hengki mengatakan, pihaknya bersama Forkominda dan juga LSM antinarkoba, termasuk Kajari Jakarta Barat berkomitmen untuk membersihkan narkotika dari Jakarta Barat. “Karena ini merusak generasi bangsa,” ucapnya.

Hengki tidak memungkiri apabila di Jakarta Barat, peredaran narkotika masih cukup tinggi. Selama periode 2015-2017, angka peredaran narkotika di Jakarta Barat masih memprihatinkan.

“Peningkatan kasus narkotika ini dari 2015-2017 itu angkanya sampai 11,8 persen dan korbannya itu banyak anak-anak, remaja, cukup prihatinlah,” sambungnya.

Pihaknya terus melakukan evaluasi di samping menggencarkan operasi terkait narkotika. Hengki juga telah membentuk Satgas Khusus Anti-Narkoba untuk memberantas peredaran barang haram di Jakarta Barat ini.

“Karena kebijakan dari pimpinan Kapolri dan Kapolda salah satunya kerawanan kamtibmas itu adalah narkoba, di luar terorisme dan konflik sosial. Kita fokus benar dan memang fakta di lapangan Jakarta Barat sangat tinggi, oleh karenanya perlu ada perhatian khusus kita bentuk satgas,” tuturnya.

Pihaknya akan terus mengembangkan penangkapan dari sindikat narkotika yang telah dibekuk, dengan memadukan informasi dari masyarakat. Hal ini dilakukan untuk membersihkan Jakarta Barat dari ‘kampung narkoba’.

(idh/idh) https://news.detik.com/